oleh

Kapolres Bulukumba Minta Warga dan Lonsum Ciptakan Situasi Aman

-Daerah-81 views

BULUKUMBA.I- Perseteruan antara warga dengan pihak PT London Sumatera ( Lonsum ) yang terjadi sejak puluhan tahun terkait soal lahan, hingga kini belum menemui titik terang. Bahkan kedua pihak masing masing terus bertahan dengan pendapatnya, meskipun persoalannya sudah pernah ditangani Pemerintah pusat di Jakarta.

Sejak beberapa bulan lalu, warga telah menguasai puluhan hektare lahan di dua tempat, masing masing di Desa Bontomangiring Kecamatan Bulukumpa dan Desa Tamatto Kecamatan Ujungloe, dengan menanami jagung.

Kapolres Bulukumba AKBP.Syamsu Ridwan, SIK bersama Waka Polres Kompol.Syarifuddin,SH, Kabag Ops.Kompol.Saipullah, Kabag Ren Kompol.Muh.Jufri, Kasat Sabhara AKP.Tawil, Ka.Pospol Ipda.Rahman Mubin, KBO Sat.Intel Iptu.H.Amri bersama perwira Intel Ipda.Suparman, Kamis (10/1) siang tadi mendatangi lokasi di desa Bontomangiring dan Desa Tamatto, yang ditanami jagung oleh warga. Kapolres dan rombongan disambut warga di lokasi, termasuk diantaranya Rudy Tahas, Andi Sain, Amiruddin dan tokoh warga lainnya, sementara dari PT Lonsum, juga hadir Humas PT.Lonsum Muh Rusli dan sejumlah karyawan PT.Lonsum.

Kepada puluhan warga yang ada di dua lokasi itu, Kapolres mengajak agar semuanya bisa menahan diri, tidak saling mengganggu antara warga dengan Karyawan Lonsum, dengan bersama sama menciptakan kondisi yang aman, apalagi antara warga dengan karyawan Lonsum, mungkin masih satu keluarga.

” Kami datang ke sini, sekedar ingin mengajak masyarakat agar bersama sama menjaga situasi daerah kita agar tetap kondusif, dengan mengacu pada hasil kesepakatan bersama di kantor Bupati beberapa waktu lalu,” kata Kapolres.

Diantaranya, areal yang ditanami jagung oleh warga yang masih produktif yang ditanam pada bulan November 2018 lalu, agar tidak ditanami pohon karet oleh perusahaan sambil menunggu masa panen sesuai hasil rapat di Pemda yang dipimpin Bupati Bulukumba. Dan diminta kepada warga agar tidak menambah luas areal pertanaman jagung.

Selain itu, warga juga diminta tidak mengganggu atau menghalangi aktifitas karyawan Lonsum yang bekerja melakukan penanaman pohon karet di luar areal yang tidak ditanami jagung.

Bukan hanya itu, Kapolres juga menyampaikan, bahwa jika karyawan Lonsum tidak bekerja termasuk menanam pohon karet, maka karyawan tersebut tidak diberi gaji oleh perusahaan. ” Kasihan juga kan, karyawan Lonsum itu juga masyarakat kita yang mungkin masih saudara kita juga, mereka punya anak, isteri yang butuh makan. Jadi mari kita sama sama mengerti. Intinya, mari kita ciptakan suasana yang aman dan damai, ” ajak Kapolres.

Demikian juga disampaikan kepada puluhan warga yang menduduki puluhan hektare sambil mendirikan puluhan tenda di desa Tamatto, Kapolres Bulukumba AKBP. Syamsu Ridwan, secara kekeluargaan juga mengajak warga agar lahan yang sementara ditanami jagung, tidak lagi menambah perluasan areal, demikian juga tenda yang ada, agar tidak ada lagi tambahan tenda.

” Kami datang ke sini, jangan diartikan memberikan ijin warga menanam jagung dan mendirikan tenda, tetapi kami sebagai aparat berada ditengah masyarakat, memastikan masyarakat dan karyawan bisa saling menjaga kemanan serta mengajak agar tercipta situasi dan kondisi yang kondusif, karena tugas kami selaku polisi, termasuk mengajak masyarakat ikut bersama sama menciptakan Kamtibmas,” papar Kapolres.- Suaedy.-

Komentar

News Feed