oleh

Debt Collector Arta Prima Finance Rebut Paksa Jaminan Fidusia

MAKASSAR | Tindakan debtcollektor  merampas jaminan fidusial ditengah jalan hingga merangsek ke rumah nasabah kembali terjadi. Kejadian ini dialami kreditur bernama Riswan, warga Kel. Lembo, Kec. Tallo, Makassar. Saat akan menarik paksa, debt collector mendapat perlawanan dan terjadi perkelahian.

Kejadian ini terjadi di Kelurahan Lembo Makassar pada tanggal 14 November 2018 lalu. Dua orang debt Collector bersama preman bermaksud mengeksekusi kendaraan milik Muhammad Riswan yang bekerja sebagai profesi wartawan.

Saat itu Riswan sedang membawa istrinya ke rumah sakit untuk periksa kesehatan usai
diperiksa mereka berniat pulang dan tiba tiba di perjalanan dua debt collector yang di maksud melihat Riswan mengendarai kendaraan dimaksud. Debt collector jasa penagih itu langsung memalangkan mobilnya, mencegat Riswan dan memaksa turun dari mobil.

Namun Riswan tidak mengindahkan karena istrinya sedang sakit berada di mobil tersebut dan baru saja di periksa kesehatannya di Puskesmas, hingga istri Riswan shock  atas tindakan debt collector.

Riswan berusaha menghindari debt collector dan melajukan kendaraan ke arah rumah bersangkutan. Debt collector pun mengejar sampai di depan rumah Riswan dan debtcollector tetap berusaha  merampas objek fidusial dengan alasan kendaraan sudah terlambat 2 bulan cicilan.

Riswan berusaha menjelaskan bahwa dia akan datang ke kantor pembiayaan guna membayar tunggakan cicilan namun debt collector tersebut tidak mau tahu dan tetap akan menarik paksa walaupum mereka tidak di bekali surat Fiducia.

Salah satu dari debt collector mendorong keras Riswan dengan dua kali dorongan hingga terlihat oleh ayah M.Riswan.  Tak terima ulah jasa penagih ini merasa tidak terima atas tindakan dan perlakuan debt colle terhadap anaknya, ayah langsung memukul debt collector yang mendorong M.R

Kejadian perkelahian antara debt collector di ketahui oleh warga setempat, mereka berusaha membantu M Riswan dan ayahnya. Depkoletor pun kabur tanpa membawa kendaraan milik M.Riswan  karena warga banyak berdatangan.

Tujuh hari dari kejadian, Asra Lewa dipanggil ke Polsek Tallo untuk dimintai keterangan atas pemukulan salah satu debt collector tersebut.

Asra Lewa  berharap agar para penegak hukum dapat menindak tegas debt collector perampas kendaraan.” Apalagi ini menimpa salah satu insan Pers, bukankah sudah ada Fiducuia yang mengatur mengenai tata cara pengambilan kendaraan yang bermasalah, bukannya cara main rampas saja di tengah jalan atau main ambil saja di rumah “, imbuhnya. “Saya akan lapor balik,”tambahnya.

Komentar

News Feed