oleh

Kutitip Rindu Buatmu

-Pendidikan-406 views

Adindaku, waktu telah berputar menyisakan banyak cerita, entah itu bahagia, sedih, suka duka, namun semua itu tinggalah kenangan. Sekian lama kita telah menjalin kenangan bersama dalam jarak yamg begitu jauh.

Adindaku, waktupu merubah kenangan menjadi kenyataan. Sejak itu kita hanya bisa menyapa dalam jarak yang begtu jauh, namun kini sepoi angin malam telah menghantarkan bisikan suara indah mu yang merduh. Dirimu selama ini hanya bisa disaksikan lewat media sosial, namun kini kehidupan sosialpun telah kita memulainya.

Saat itu, kebahagian pun tumbuh bersamaan dengan tumbuhnya semangat dalam jiwa. Semangat yang selalu mendorong hidupku agar menjawab sebuah pertanyaan yang ada dalam kenyataan. Tanpa disadari pula bahwa semangat dan kebahagianku selalu bersaing dan berlomba lomba.

Semangat yang membuat diriku tetap tegar dan bertahan, kebahagian yang menjadi bunga dalam hidup. Hidupku berbunga bunga, aku lupa waktu, aku lupa kenyataan, namun aku tidak lupa dirimu.

Adinda, kebahagian dan semangat kini telah menyiksa diriku, mereka telah merong rong harapan dan masa masa indahku. adindaku, kebahagian telah menyeret bayanganmu dalam pejaman mata sayuku. Malamku tak terasa karena hatiku dipermainkan oleh bayangan kelam.

Adindaku, sejujurnya aku sudah tidak bisa membedakan antara asmara dengan gila. Keduanya sama sama telah menyiksa batinku. Aku ingin keluar dari semua itu, aku ingin lari sejauh mungki, namun aku telah terperangkap dalam bayanganmu.

Adindaku, apabila waktu itu masih ada? ijinkalah diriku untuk mencari jawaban dari misteri yang melanda. Janganlah membiarkan hati itu pupus bersama bayangan hampa. Adindaku, bila waktumu masih ada, hati ini ingin mengulang lagi pertemuan itu. Yeah, pertemuan yang telah meninggalkan kesan, karna hanya itu yg bisa di kenang. Yeah itu tidak lain adalah kesan awal.

Ku kutip kata indah ini sebagai kenagan hidupku, mungkin ini bisa mengakhiri cerita malam.

“……Bila kau tahu hakikat seorang pencinta, kau akan menyadari bahwa ketunggalan harus meniadakan dirinya, untuk musnah ke dalam pelukan kekasihnya.” (kutipan syairnya Qais /Majnun)

Komentar

News Feed