oleh

Study Tiru PT Vale Dinilai Tebang Pilih

MALILI | Program pemberdayaan masyarakat (PPM) Pengembangan Kawasan Perdesaan Mandiri (PKPM) yang dicanangkan PT Vale Indonesia (PTVI) dan bertujuan untuk mensejahterahkan masyarakat di 4 kecamatan daerah pemberdayaan PTVI menuai protes.

Pasalnya, dalam program kerja PT Vale anggaran tahun 2018 memberangkatkan pengurus BUMDES dan kepala desa serta Badan Koordinasi antar desa (BKAD) untuk melakukan study tiru di Desa Ponggok, Jawa Tengah senin (15/1/19) dinilai tebang pilih .

Dalam program study tiru yang diketahui telah di gagas oleh Tim Sekretariat kecamatan PTVI itu menuai protes, dikarenakan tidak sesuai dengan JukNis (petunjuk tehknis) dari program kerja yang di gagas tersebut.

Dimana yang terjadi di Desa Wewangriu dari pengurus BumDes hanya ada satu orang yang di berangkatkan dan tanpa sepengetauan ketua BumDes, dimana ada program study tiru untuk pengurus BumDes.

Ketua Bumdes Desa Wewangriu Nur alam sangat kecewa dengan kerja pengurus yang telah di tunjuk oleh PT Vale sebagai perpanjangan tangan dalam program tersebut.
” saya sangat kecewa dengan kerja BKAD yang di telah tunjuk PT Vale dimana pengurus tersebut menunjuk langsung orang yang mau mereka berangkatkan tanpa ada sosialisasi dengan pihak BumDes yang sesuai dengan Juknis”.

Diketahui yang diberangkatkan dua orang dari Pemerintah Desa Wewangriu, satu orang dari Bumdes, dan dua orang dari pelaku UKM .

Mahmuddin Sekretaris Desa Wewangriu saat di konfirmasi via seluler “Saya tidak tahu menahu kalau ada program seperti ini, saya hanya menggantikan Kepala Desa karena ada halangan dan saya tidak tahu mau kemana dan apa tujuan kesana” tutur mahmuddin.

Terpisah, Kepala Desa Wewangriu Budiman membenarkan kalau memang ada program study tiru dari program kerja PT Vale “Saya tidak tahu kalau program itu di tujukan untuk BumDes, dan diberangkatkan study tiru ke Desa Ponggok Jogjakarta, seandainya saya tahu, saya berangkatkan semua pengurus Bumdes Desa Wewangriu, karena Desa Ponggok adalah Desa dimana pendapatan BumDesnya mencapai 10 Milyar pertahun “. Ucapnya.

Program study tiru yang dinilai, menelan anggaran kurang lebih Rp. 690.000.000 ini diharapkan dapat memberi nilai tambah, terkait pengembangan Sumber daya bagi pengurus BumDes dan para pelaku BKD khususnya kecamatan Malili tentunya .

(Arif Tela)

Komentar

News Feed