oleh

Diprotes, BKAD Jawab Kritikan BumDes Wewangriu

MALILI | Menuai protes dari pengurus badan usaha milik desa (BumDes) Wewangriu, kecamatan Malili, terkait pemberitaan yang dimuat sebelumnya (15/19-red), Ketua Badan Koordinasi Antar Desa (BKAD) desa Wewangriu, Hamka Bob, ikut angkat bicara .

Sebagai keterwakilan dan perpanjangan tangan program pengembangan masyarakat (PPM), pengembangan kawasan perdesaan mandiri (PKPM) yang di lakukan PT. Vale Indonesia bekerjasama dengan Pemkab Luwu Timur, BKAD desa Wewangriu punya tanggung jawab untuk berkoordinasi dengan pemerintah desa, para stakeholder, serta pengelolaan program pihak ke-3 nantinya .

Hamka mengatakan, prosedur pemilihan dan pemberangkatan program study tiru yang kami lakukan sudah sesuai petunjuk teknis (juknis) yang di syaratkan oleh PT. Vale, yaitu 3 perwakilan pengurus BumDes, 1 Kepala Desa dan pelaku BKAD desa wewangriu.

“Tapi, dikarenakan pengurus BumDes wewangriu sebelumnya sudah tidak aktif, dan belum dilakukan pembentukan pengurus BumDes baru, maka kami menunjuk pelaku Usaha Mikro kelas Menengah (UMKM) untuk menggantikan posisi yang kosong tersebut (BumDes-red) .” jelas Hamka.

Dihubungi terpisah, Kepala Desa Wewangriu, Budiman membenarkan hal itu “Hingga saat ini, belum ada pengurus BumDes baru yang terbentuk di desa kami,
Dan juga secara administratif, BumDes yang lama masih sah, karena surat pengunduran diri pengurus lama belum kami terima, memang, wacana untuk merevisi kepengurusan bumdes baru sudah kami lakukan, dan komposisi pengurusnya juga sudah ada ” singkat dikatakan Budiman.

Menanggapi hal itu, pengurus BumDes wewangriu Nur Alam mengatakan “Secara fungsional, saya sudah ditunjuk langsung oleh Kepala Desa untuk menggantikan posisi Ketua BumDes yang lama, dan tinggal menunggu proses administrasi dari pemdes wewangriu”.

Harapan kami sebagai pengurus BumDes, Program PPM PKPM PT. Vale ini dapat berjalan sesuai procedure, jangan nantinya, karena pengelolaan yang tidak baik oleh oknum tertentu, malah membuat program itu tidak tepat sasaran, Tegas Nur Alam.

Sebelumnya, diberitakan bahwa perwakilan BumDes yang akan berangkat program study tiru ke desa Ponggok, Kabupaten Klaten (15/01/19) yang difasilitasi oleh Tim sekretariat Kecamatan Malili tebang pilih .

Tim sekretariat kecamatan, melalui sekretaris sekretariat kecamatan Malili, Sangkala menambahkan “System pemilihan yang akan ikut study tiru ke desa ponggok, semua kami serahkan ke masing-masing Desa dan BKAD untuk memilih perwakilannya, karena komposisinya sudah jelas, dan sesuai dengan juknis yang diminta oleh PT. Vale” tutur Sangkala. (arif tela)

Komentar

News Feed