oleh

Parkir di Bahu Jalan, Siapa Meraup Untung?

MAKASSAR | Komisi C DPRD Kota Makassar melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama sejumlah pengusaha yang dituding usaha mereka biang kemacetan (17/1). Pengusaha ancam tak diperpanjang izin usaha.

Kemacetan di Jalan Pengayoman, Makassar sudah semakin semraut dan berdampak pada pengendara yang lewat. Empat usaha masing-masing Alaska, Bintang dan Lativa serta komputer city dituding sebagai biang kerok. Keempat usaha ini juga disebut tak menyelesaikan Amdal Lalin.

Ketua Komisi C DPRD Kota Makassar, Rahman Pina pada RDP dimaksud memberikan ultimatum selama 6 bulan kedepan, kepada pihak toko harus menyelesaikan amdal lalu lintas.

“Setelah ditelusuri ternyata ada keraguan dari dinas perhubungan, bahwa usaha disana itu tidak memiliki amdal lalin,” kata Rahman Pina usai RDP.

“Mulai besok akan dilakukan gembok ditempat, agar seluruh pemilik kendaraan bisa mematuhi aturan tidak parki bukan di area parkir,” imbaunya.

Rahman Pina juga menegaskan kepada pihak toko, jika Amdal lalinnya tidak segera diselesaikan, maka DPRD Makassar mengambil langkah tegas dengan meminta dinas perizinan untuk tidak melanjutkan izin usaha kepada pemilik toko yang menimbulkan biang kemacetan.

Sementara itu dari pantauan di lokasi-lokasi padat arus Lalu Lintas ditemukan fakta jika ada oknum meraup “Madu” dari persoalan parkir. “Buktikan jika hasil parkir penyebab kemacetan diambil pengusaha. Harusnya, pihak Pemkot Makassar melalui PD Parkir menertibkan jukir yang justeru biang kemacetan,” ujar seorang staf pengusaha di Jl.Pengayoman.

Lanjut dikatakan,  perusahaan mereka telah menyiapkan lahan parkir tetapi tertahan oknum jukir yang sengaja memberhentikan pengunjung di depan toko. “Kami angkat topujika ada keberanian menertibkan jukir,” ujarnya. Jangan racun dari kemacetan justeru dilempar ke pengusaha, tambahnya.

Ia kemudian menambahkan, parkir justeru sangat merugikan pengusaha yang telah menyiapkan fasilitas tapi mempergunakan badan jalan. “Coba lihat di bawah terowongan Carrefour dan depan Mall Panakkukang. Siapa dibalik parkir liar itu,”

Komentar

News Feed