oleh

Pembebasan Abu Bakar Ba’asyir Bernuansa Politik? Ini jawaban JK

MAKASSAR | Pembebasan narapidana terorisme Abu Bakar Ba’asyir menuai banyak polemik, Isu Pilpres pun mencuat, langkah tersebut dinilai sebagai upaya Jokowi meraih simpati menjelang Pilpres 2019. Minggu (20/1/2018)

Wakil Presiden RI Jusuf Kalla saat kunjungan kerja ke kota Makassar, menanggapi hal tersebut, ia mengatakan pembebasan Ba’asyir tidak ada hubungannya dengan Pilpres.

“Seperti dijelaskan banyak pihak pemerintah itulah demi kemanusiaan Karena beliau telah berusia 80 tahun Kesehatannya sudah tidak baik, bayangkan bila terjadi apa-apa dipenjara nanti semua dianggap Pemerintah yang salah,” ujar JK di kediamannya Jalan Haji Bau, Makassar, Sabtu (19/1)

Saat ditanya awak media terkait momentum pembebasan Ba’asyir menjelang pilpres, JK menjelaskan Selain alasan kemanusiaan, kondisi kesehatan Ba’asyir saat ini di Usia 80 tahun kurang baik ini menjadi salah satu pertimbangan pemerintah.

“Kenapa baru sekarang, karena baru sekarang kesehatannya kurang bagus, ini tidak ada hubungannya dengan pemilu saya kira tidak, sekarang siapa saja kalau orang di penjara dengan usia 80 tahun Kesehatannya tidak baik harus diberikan langkah langkah untuk kemanusiaan,” jelasnya.

Saat ditanya terkait adanya penolakan atau pertentangan dari Australia terkait pembebasan Abu Bakar Ba’asyir oleh awak media, JK mengungkapkan “Itu boleh saja. yang menentukankan kita, orang boleh berpendapat begitu Tapi kita melihatnya dari sisi kemanusian.

“Jangan lebih parah nanti, kalau dari kemanusian kemudian minta maaf ya kalau ada apa-apa dipenjara, meninggal atau apa, wah ini pemerintah bisa lebih besar lagi disalahkan. Ya tentu tidak bisa seperti dulu,” kuncinya. (Noya)

Komentar

News Feed