oleh

Warga Dihimbau Mengungsi, Waspada Karena Ini

-Peristiwa-12.243 views

Makassar | Ketinggian debit air di Bendungan Bili-bili mencapai 101,36 cm atau status siaga. Hal ini akibat hujan deras mengguyur Gowa Sulawesi Selatan sejak Senin malam 21 Januari 2019, Selasa (22/1/2019).

Melalu Media Sosial Instagram Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan menghimbau dan meminta agar warganya yang bermukim di daerah hilir Bendungan Bili-bili untuk mengungsi sementara waktu. Hal tersebut menyusul Bendungan Bili-bili yang saat ini berada dalam status waspada.

“Masyarakat Gowa dan sekitarnya yang saya cintai. Saya ingin menginformasikan bahwa kondisi Bendungan Bili-bili saat ini ditetapkan menjadi waspada, disebabkan ketinggian air sudah mencapai 101,36 meter. Sehingga saat ini dilakukan pembukaan pintu air,” imbau Adnan melalui akun instagramnya, Selasa (22/1/2019).

Baca juga : https://matarakyatmu.com/2019/01/22/hujan-lebat-disertai-angin-kencang-begini-keadaan-pejumlah-wilayah/

Adnan menjelaskan, pembukan pintu air itu akan berdampak pada banjir yang cukup tinggi di daerah yang dilewati aliran air dari Bendungan Bili-bili tersebut.

Debit air bendungan bili bili meningkat

“Olehnya itu, Saya mengimbau agar masyarakat mengungsi dulu dari aliran hilir Bendungan Bili-bili, sambil kita sama-sama berdoa kepada Allah SWT agar curah hujan normal kembali, dan kita semua selalu dalam lindungan Allah SWT,” ujarnya.

Sementara itu, Joharman selaku Plt Kepala BMKG Wilayah IV Makassar mengatakan cuaca buruk yang terjadi hari ini, Selasa (22/1/2019), di beberapa wilayah di Sulsel, hal itu disebabkan adanya curah hujan yang tinggi disebabkan adanya daerah tekanan rendah di sekitar Laut Flores dan daerah konvergensi di wilayah Selat Makassar.

“Selain itu suhu muka laut yang hangat di perairan Sulawesi Selatan dan kelembaban udara yang juga sangat tinggi menyebabkan potensi pertumbuhan awan hujan sangat signifikan di wilayah Sulawesi Selatan khususnya pesisir Barat,” jelasnya.

Dalam beberapa hari kedepan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai angin kencang diperkirakan masih dapat terjadi di wilayah Sulawesi Selatan bagian Barat meliputi Kota Makassar, Maros, Pangkep, Barru, Gowa, dan Wilayah Sulawesi Selatan bagian selatan meliputi Takalar, Jeneponto, dan Kepulauan Selayar.

“Dengan kondisi tersebut, masyarakat dihimbau agar mewaspadai bencana hidrometeorologi yang potensial terjadi dalam beberapa hari kedepan seperti banjir, longsor, dan angin kencang,” kuncinya.

Komentar

News Feed