oleh

Hari Jadi Luwu ke 751 Diwarnai Demonstrasi

PALOPO | Aliansi Mahasiswa Tana Luwu, Rabu 23 Januari 2019 melakukan aksi besar-besaran di Kota Palopo menuntut Pemekaran Provinsi Tana Luwu. Dalam gerakannya mereka sepakat agar Pemerintah mencabut moratorium DOB.

Aksi diikuti oleh 2000 mahasiswa menuntut Ilmu di Kota Makassar dan Kota Palopo itu sempat terjadi ketegangan akibat adanya oknum ingin merusak gerakan. Besarnya kepentingan yang ingin mencinderai aksi ini sehingga terus memancing dan mengganggu jalannya aksi.

Demonstran menyampaikan bahwa aksi ini adalah gerakan mosi tidak percaya pada 4 Kepala Daerah yang memimpin Tana Luwu saat ini. Mereka  juga mendesak pemerintah mencabut moratorium DOB dan menjadikan prioritas pemekaran bagi Kabupaten Luwu Tengah dan Provinsi Tana Luwu.

Hal lain disampaikan oleh IPMIL Raya bila gerakan ini sebagai respon dari pertemuan Gubenur Sulawesi Selatan, bahwa Pemuda Tana Luwu sudah bersepakat agar Tana Luwu tidak hanya sebagai penyokong utama APBD Sulawesi Selatan.

“Untuk itu Pemerintah Pusat harus menjadikan Pemekaran di Tana Luwu sebagai Prioritas Pemekaran dari beberapa DOB yang ada saat ini di bawah Kemendagri,” ujar seorang mahasiswa yang berorasi.

Gerakan massive ini sebagai bentuk kesungguhan pemuda Tana Luwu dan berdasarkan pertemuan Aliansi Mahasiswa Tana Luwu bersama Gubernur.

Dalam pernyataan Gubernur Nurdin Abdullah siap menyuarakan pemekaran ke Presiden dan memfasilitasi m\ahasiswa bertemu dengan Kemendagri.

“Empat kepala daerah di Tana Luwu harus segera bersikap dan mengambil langkah progresif demi pemekaran Kabupaten Luwu Tengah dan Provinsi Tana Luwu”. Pungkas Ittong Sulle, ST. yang merupakan mahasiswa Pascasarjana UNHAS ini. (alimin)

Komentar

News Feed