oleh

Andi Sukri Terima Kunjungan Tamu Peduli Lakpesdam

BULUKUMBA,I- Pemerintah Kabupaten Bulukumba menerima rombongan dari pelaksana program Peduli Lakpesdam NU Bulukumba, disponsori oleh Kemitraan dan The Asia Fondation (TAF), di ruang rapat Bupati, Rabu (7/2).

Rombongan diterima Bupati Bulukumba A. M. Sukri A. Sappewali bersama Wakil Bupati Bulukumba Tomy Satria Yulianto, terdiri dari Lakpesdam PBNU Jakarta Abi S. Nugroho, Elsa Marliana dan Nurul Firmansyah dari TAF, serta Wahyu Basir dan Ima Susilowati sebagai Reviewer Program.

Menurut Ketua Lakpesdam NU Bulukumba Nur A’la, kunjungan tersebut dimaksudkan untuk mereview program Peduli yang telah dilaksanakan selama ini dengan sasaran komunitas marginal.

“Jejak dari program dapat kita lihat dipendampingan warga di Kahayya, terkait kopi kahayya dan pengelolaan DAS. Kemudian di komunitas Adat Ammatoa bagaimana warga disana sudah melakukan perekaman elektronik melalui berbagai pendekatan,” ungkap Nur A’la

 

Pada kesempatan itu Bupati AM Sukri Sappewali menyampaikan terima kasih kepada para pengurus Lakpesdam NU, atas sumbangsihnya terhadap pembangunan di Kabupaten Bulukumba melalui program Peduli.

 

“Kami berterima kasih kepada Lakpesdam NU yang telah banyak berkiprah untuk menginisiasi dan mendorong Desa Ramah Anak di Bulukumba, maupun kegiatan lain untuk mendorong pembangunan di daerah terpencil seperti Kawasan Adat Ammatoa Kajang, maupun Kahayya,” kata Bupati Andi Sukri.

Hal senada disampaikan oleh Wakil Bupati Tomy Satria Yulianto, bahwa apa yang telah dilakukan oleh Lakpesdam NU di Desa Bialo dalam mendorong Desa Ramah Anak dengan kegiatan seperti Musrenbang Anak tingkat Desa, perlu diapresiasi.

Untuk itu, Wakil Bupati meminta perlunya upaya mendorong pembangunan berbasis masyarakat melalui kerjasama dengan memanfaatkan potensi yang ada.

“Kita juga berharap ada replikasi dari desa lain, minimal ada contoh dari desa lain dengan landskap desa yang berbeda, misalnya, sudah ada Desa Bialo, ada juga desa di Bontotiro, ada di Kajang dan di Bulukumpa,” tantang Tomy Satria Yulianto.

Menanggapi pertanyaan dari rombongan, terkait sejauh mana anggaran desa digunakan dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat, khususnya untuk anak-anak dan kaum perempuan. Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Andi Ukke Indah Permatasari mengemukakan bawah secara regulasi, pemanfaatan dana desa memungkinkan untuk dikembangkan dalam kegiatan pemberdayaan tersebut.

“Bulukumba ini, Peraturan Bupati yang terkait pemanfaatan dana desa untuk pemenuhan hak anak sudah ada. Kita berharap agar desa lain bisa mereplikasi dan mencontoh desa yang sudah menerapkan pemenuhan hak-hak anak maupun program lainnya,” kata Andi Ukke.- Suaedy.-

Komentar

News Feed