oleh

Debitur Alihkan dan Palsukan Jaminan Fidusia PT Adira Multifinance

MAKASSAR | Eksekusi Jaminan Fidusia atas kendaraan Nopol. DD 1682 SS terus disoal seorang debitur PT Adira Multifinance bernama H.Bahar. Ditengarai terima faham sesat soal objek fiduasia hingga terus ngotot.

Faisal, warga Jl.Pampang, panik dan kebingungan setelah bermain petak-umpet dengan Internal PT Adira Mutlufinance tak bisa lolos dan menyembunyikan jaminan fidusia yang diduga dipindah tangankan dari H. Bahar.

Pihak PT Adira Multifinance masih berusaha dikelabui oleh Faisal dengan dalih akan melunasi kewajiban terungga selama tiga bulan walau hingga menjelang Maghrib batang hidung Faisal tak terlihat lagi.

Setelah tak memiliki itikad baik untuk menyelesaikan kewajiban bahkan jaminan fidusia dipindah tangankan secara ilegal kemudian identitas kendaraan objek fidusia dipalsukan menjadi DD 112 MA maka PT Adira Multifinance dengan disaksikan tokoh masyarakat di sekitar rumah Faisal, akhirnya diderek ke pool.

Langkah PT Adira Multifinance tak diterima H.Bahar dan tanpa merasa bersalah dan ingkar terhadap akad kredit saat ajukan kredit kemudian melaporkan kejadian tersebut dengan pendampingan salah satu LSM.

Menanggapi laporan debiturnya, Ahmad Rusydi, Kepala Cabang PT Adira Multifinance,menjelaskan bahwa pada saat memperoleh fasilitas pembiayaan, H.Bahar sudah menanda-tangani Perjanjian Penyerahan Hak Milik Secara Fidusia.

Jaminan Fidusia, yang dimaksud dengan Fidusia adalah pengalihan hak
kepemilikan atas suatu benda atas dasar kepercayaan dengan ketentuan bahwa benda yang hak kepemilikannya dialihkan tersebut tetap dalam penguasaan pemilik benda.

Konsep dasar dari jaminan fidusia tersebut, menurutnya adalah: mobil yang dibeli oleh H.Bahar tersebut “diserahkan kepemilikannya” kepada multifinance. Dengan diserahkannya kepemilikan atas mobil DD 1682 SS tersebut, maka H.Bahar hanya bertindak selaku peminjam pakai.

Oleh pihak multifinance, penyerahan kepemilikan tersebut di tuangkan dalam akta Jaminan Fidusia (dengan menggunakan kuasa untuk memfidusiakan), dan selanjutnya di daftarkan pada Kantor Pendaftaran Fidusia dimana H.Bahat berdomisili.

Setelah terbit sertifikat Jaminan fidusia, maka selama H.Bahar tidak dapat melunasi kewajiban angsurannya, maka pihak multifinance berhak untuk sewaktu-waktu menarik mobil tersebut dari tangan debitur.

“Penarikan” mobil seperti yang dialami oleh H.Bahar berlangsung damai, aman dan dapat dipertabggungjawabkan seperti tujuan Perkab Kapolri No.8/ Tahun 2011. “Tak ada masalah,” jelas Achmaf Rusydi.

Komentar

News Feed