oleh

Tim Sulsel Sehat Moxa Gratis Dibanjiri Pasien

Matarkayatmu | Moxibusi atau lebih dikenal dengan moxa, alternatif pengobatan timur yang memikat hati masyarakat. Istilah Moxa yang masih asing didengarkan tak menurunkan semangat warga Kelurahan Parang untuk merasakan khasiat moxa yang diperkenalkan Tim Sulawesi Sehat, Jumat (22/2).

Setelah berhasil mengenalkan akupuntur pada driver online kemarin, Kamis(21/2), tim Sulsel sehat kembali mensasar warga masyarakat Jalan Kakaktua 2, Kecamatan Mamajang, Kota Makassar. Antusiasme masyarkat harus mereka imbangi dengan mendatangkan beberapa dokter tambahan. Pengobatan alternatif menggunakan pemanasan tanaman moxa dari daun Hia (Artemisia vulgaris). Terkenal dapat dimanfaatkan untuk menghangatakan, merilekskan otot, dan meningkatkan sirkulasi darah Qi (dibaca chi).

“Saya sudah berapa kali ke dokter nak, minggu depan mauka lagi ke sana tes darah. Kakiku sama lututku kasian tidak perna berhenti sakit hingga tadi pagi. Tapi sekarang enak-enakmi nak kurasa,” pengakuan Ibu Samsiah (65th) kepada tim Matarakyatmu.

Meskpun mengaku belum pernah mendengarkan istilah moxa, perempuan paruh bayah tersebut merasa tenang karena ditangani dan didampingi oleh para dokter dan terapis berpengalaman.
“Sayangnya belum ada dijual bebas itu tanaman yang dibakar. Kalo ada enakmi dilakukan sendiri di rumah. Aromanya juga tidak bikin sakit kepala,” tutur ibu Neni (45th) pasien lain yang juga seorang guru di Kabupaten Pangkep.

Dokter Putro S Muhammad menuturkan bahwa #SulselSehat merupakan gerakan kesehatan berbasis “akar rumput” atau Bottom-Up yang memfokuskan untuk mengenalkan segala upaya kesehatan baik pencegahan maupun pengobatan.

Pengobatan yang dimaksud meliputi metode konvensional maupun alternatif yang bahkan bisa dilakukan sendiri oleh masyarakat termasuk modalitas terapi Moxa.

Kegiatan yang dibuka pada pukul 14.00 Wita awalnya hanya berjumlah belasan orang. Khasiat yang langsung dirasakan pasien menjadi buah bibir sehingga warga makin banyak berdatangan. Hingga pukul 16.30 Wita pasien terhitung hingga 60 orang.Irma

Komentar

News Feed