oleh

Dua Tahun Meraut Keuntungan, Kini JB Menikmatinya Dalam Bui

GOWA | Maraknya tambang ilegal galian C di bantaran sungai Jeneberang Kabupaten Gowa yang berdampak pada kerusakan alam dan menimbulkan ancaman bagi warga pinggiran sungai dan sekitarnya.

Tambang yang sudah beroperasi selama 2 tahun, kini telah terungkap sudah. JB (nama inisial) kini dengan pasrah mendekam sudah dalam tahanan Polres Gowa untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Selama ini JB menjual pasir dengan harga Rp. 350.000 per truk di lokasi galian, sementara di lokasi penampungan dijual dengan harga Rp. 400.000 per truk

Dua Exafator yang diamankan sebagai barang bukti ilegal mini.

Berdasarkan laporan warga, Pada Rabu 30 januari lalu pukul 13.00 Wita bertempat di Kampung Lebong Desa Lonjoboko Kecamatan Parang Loe ditemukan fakta adanya aktifitas tambang dengan menggunakan 2 unit eskafator.

Hal tersebut dibenarkan oleh kasat reskrim Polres Gowa, Iptu Rivai menjelaskan bahwa “setelah dilakukan penyelidikan dan pengembangan informasi, ditemukan adanya aktivitas tambang galian C. Jelas Rivai pada saat press realis di pelataran Polres Gowa, Jum’at (1/3)

Setelah dilakukan pemeriksaan berkas dan kelengkapan tambang, bahwa BJ memeiliki ijin pertambangan, namun aktivitas pertambanganya bukan pada lokasi sebagaimana yang tertera pada ijin tersebut.

Dari hasil pengembangan, Polres Gowa berhasil mengamankan barang bukti sebanyak 2 eksafator dan mobil truk pengangkut pasir.

Atas perbuatanya, JB diancam dengan PasalĀ  158 UU RI No. 4 Thn 2009 Ttg Pertambangan Minerba dengan ancaman pidana penjara paling lama 10 tahun dan Denda sebesar Rp. 10 Milyar

Komentar

News Feed