oleh

Diduga Terkait Penyelewengan Dana BUMDes, Kades Balantang Dipanggil Pihak Reskrim Polres Lutim

MALILI || Kepala Desa (Kades) Balantang, Kecamatan Malili, Musakkir Laiming dipanggil oleh unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres Luwu Timur, berkaitan dengan Pengelolaan Dana Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Balantang Tahun anggaran 2018.

Bahkan tak hanya Kades Balantang, Bendahara Desa Balantang juga ikut dipanggil, setelah itu menyusul Direktur Bumdes Karya Sipatuo.

Hal itu disampaikan Kasat reskrim Polres Luwu Timur, Iptu Andi Akbar Malloroang saat dikonfirmasi diruang kerjanya, Andi Akbar mengatakan saat ini keduanya telah datang di Polres hanya saja belum ada dokumen terkait pengelolaan dana Bumdes yang dibawa .

“Insya Allah dalam waktu dekat kami akan melakukan panggilan ulang dan pemanggilannya secara bertahap, dan disarankan untuk membawa semua dokumen terkait penggunaan dan pengelolaan dana Bumdes,” sebut Andi Akbar, Jumat (07/03/2019).

Sebelumnya diberitakan, kades balantang diduga melakukan monopoli penggunaan dana Bumdes tahun 2018, dimana dari Rp.100 juta Rp.30 juta digunakan untuk pembuatan tenda tanpa sepengetahuan pengurus Bumdes, bahkan dana tersebut tidak dimasukkan ke rekening Bumdes.

Menurut aturan perundang-undangan yang ada Seperti yang tertuang dalam, Permendes PDT RI No.4 Tahun 2015 tentang Pendirian, Pengurusan dan Pengelolaan, dan Pembubaran Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) Pasal 11 ayat 1 bahwa Penasehat dijabat secara ex officio oleh Kepala Desa yang bersangkutan .

Diketahui pengelolaan dana BUMDes seharusnya dikelola oleh pengurus BUMDes, tetapi kenyataannya secara sepihak diduga diambil alih oleh Kades Balantang .

Liputan : Alam | Editor : Arif Tella

Komentar

News Feed