oleh

Dugaan Pengusiran Jurnalis di Polsek Bajeng, Ini Penjelasan Ketua JOIN Sulsel

MAKASSAR | Tudingan pengusiran seorang jurnalis oleh Kapolsek Bajeng, Iptu Hasan Fadhli mendapat tanggapan Pengurus JOIN Sulsel.

Menurut Rifai Manangkasi, Ketua JOIN Sulsel, tidak semua ruang publik memjadi wilayah eksklusif jurnalis mengakses informasi termasuk saat apel di Mako Polsek Bajeng saat pelaksanaan apel.

“Taktik dan strategi pelaksanaan tugas Polri dalam mengamankan wilayah hukum termasuk melakukan protap penindakan apalagi menjelang Pilpres menjadi domain Kapolsek Bajeng yang harus dihargai,” ujar Rifai.

Diakuinya, JOIN Sulsel telah melakukan komunikasi dengan Kapolsek Bajeng, Iptu Hasan Fadhli dan mendapatkan penjelasan detail. “Hanya diminta agar bergeser dari barisab sebab ada pengarahan menyangkut tehnis pengamanan di wilayah hukum Polsek Bajeng yang bukan konsumsi pemberitaan saat itu karena dikuatirkan terjadi salah persepsi. Bukan diusir bang,” ujar Rifai menirukan penjelasan Iptu Hasan Fadhli.

Ditambahkan Rifai, semua aksi-aksi pihak luar terhadap anggota dan simpatisan JOIN agar selektif memberi keterangan termasuk statmen.

“Soal kasus dan kejadian prinsipil dan emergensi yang dialami jurnalis serahkan persoalan ke DPW JOIN Sulsel jangan mudah mengumbar statmen,’ jelas Rifai.
Jangan emosional menanggapi persoalan, tambahnya.

Atas kejadian ini, ujar Rifai diharap kemitraan yang selama ini terjalin kembali terajut. “Seorang punya jiwa besar jika mau memaafkan serta mengakui kekhilafan,” harao Rifai.

Komentar

News Feed