oleh

Inilah Jawaban Sederhana Soal Fenomena Hoax

Rocky Gerung, pengajar ilmu filsafat dibeberapa perguruan tinggi kembali berkomentar mengakibatkan dengungan telinga berbagai pihak terutama isu anyar soal pemberlakuan UU Teroris terhadap penyebar hoax yang digagas Wiranto, Menkopolhukam.

Rocky berpendapat maraknya peredaran hoaks atau berita bohong karena ketertutupan informasi serta tak membuka pikiran masyarakat.

“Hoaks itu adalah pelarian dari tertutupnya informasi. Itu yang terjadi,” tutur Rocky.

Akibat ketidakbebasan informasi, kata Rocky, maka orang-orang memproduksi informasi alternatif. Ia pun menuding pengendalian yang menimbulkan ketidakbebasan informasi adalah bentuk ketakutan penguasa bahwa kebenaran itu akan tiba pada publik.

Mengutip pada gagasan filsuf Jerman Hannah Arendt, Lying in Politics, Rocky berpendapat kebohongan adalah hakikat dari manusia apalagi bagi seorang politikus. Publik menurut Rocky dalam hal ini membutuhkan alat identifikasi bohong dan benar untuk menangkal bias informasi.

“Tapi justru alat untuk membedakan mana bohong dan benar itu lenyap di bawah arogansi kekuasaan, sehingga bohong dan benar itu bercampur,” katanya.

Untuk menangkal hoaks tersebut, sambung Rocky, diperlukan kebebasan berbicara dan kebebasan pers. 

“Sebab dari ketiadaannya kebebasan berpikir adalah hilangnya public trust. Supaya dia pulih jangan kendalikan pers, itu rumusnya sederhana, bukan UU Terorisme yang mesti diturunkan tapi aktifkan kembali kebebasan pers untuk mengucapkan pikiran supaya orang bisa pilih mana yang benar mana yang salah,” kata Rocky.

Komentar

News Feed