oleh

Bersama Paman, Anak Caleg Golkar Aniaya Ketua KPPS di Luwu Timur

LUWU TIMUR || Anak kandung salah satu caleg Golkar Dapil II Wotu-Burau, Febri Ramadany diringkus satuan Resort Kriminal (Reskrim) Polres Luwu Timur, setelah diduga melakukan penganiayaan terhadap Ketua KPPS dusun Bonupute, Kecamatan Burau, Kabupaten Luwu Timur, Kamis 18 April 2019.

Pelaku (Febry-red) bersama Pamannya JAMAL yang saat ini masih dalam pengejaran pihak Polres Lutim, diduga melakukan penganiayaan terhadap Mahdan Ketua KPPS TPS 4 dusun Bonepute, pada hari kamis 18 April 2019 di kediaman korban, dan dibawa menggunakan mobil pelaku menuju rumah salah satu caleg Golkar untuk dimintai keterangan.

Dari kronologis kejadian diketahui, pelaku bersama pamannya (Jamal-red) berangkat ke TPS 4 ds. bonupute untuk mempertanyakan formulir C1, karena terdapat banyak coretan yang mencurigakan. Saat tiba di TPS 4, pelaku mempertanyakan kepada korban (Mahdan-red) selaku KPPS TPS 4 terkait coretan pada formulir C1, namun karena berbeli-belit, pelaku kemudian meminta formulir C5 kepada korban.

Lalu korban mengatakan “Tunggu saya ambilkan didalam rumah”, setelah menunggu selama 15 menit diluar rumah korban, pelaku curiga dan kemudian masuk kedalam rumah dan melihat korban sedang menulis diatas formulir dibantu penerangan senter Handphone dan seorang perempuan yang tidak dia kenal.

Melihat kejadian tersebut, pelaku kemudian emosi sehingga pelaku merebut kertas formulir tersebut dan menarik tangan korban keluar dari dalam rumah dan membawa korban ke mobil pelaku, pelaku bersama pamannya membawa korban ke rumah pelaku yang berada di dusun sekayu, Desa Lea, Kec. Wotu, Kab. Luwu Timur.

Dalam perjalanan menuju rumah, pelaku bersama pamannya memukul korban didalam mobil, sesampainya di rumah, pelaku kemudian menyeret korban masuk kedalam rumah, dan saat berada didalam rumah, pelaku kembali memukul korban sebelum duduk.

Atas kejadian tersebut, korban mengalami luka memar pada bagian muka (Mata dan Hidung), dan hidung korban mengeluarkan darah. Kasat Reskrim Polres Luwu Timur, IPTU. Andi Akbar Malloroang mengatakan perkara tersebut murni pidana umum dan tidak termasuk dalam perkara pemilu karena kejadiannya setelah masa pemilihan.

“Setelah melakukan pemeriksaan terhadap korban dan para saksi, kami telah menangkap dan mengamankan pelaku Febry Ramadany S, dan sementara paman pelaku, JAMAL masih dalam pengejaran. Mobil tersangka juga diamankan sebagai barang bukti,” ungkap Andi Akbar.

Dari kejadian tersebut, para pelaku disangkakan pasal penganiayaan secara bersama-sama, yaitu 170 KUHP dengan ancaman diatas 5 tahun penjara. (M.A.T)

Komentar

News Feed