oleh

Bermain Dengan Medsos, Kini Langkah Beddu Berakhir Di Meja Pengadilan

LUWU TIMUR || Kasus yang menjerat Abd. Rahman Alwi alias Rahman, atau akrab disapa Beddu pada akhir desember 2018 lalu terkait dugaan pencemaran nama baik terhadap Ketua Pengadilan Negeri (PN) Malili berbuah pahit, setelah menjalani sederet pemeriksaan dan penyidikan terhadap saksi dan beberapa ahli, pihak Polres Lutim melimpahkan berkas perkara ke Kejaksaan Tinggi Malili, Selasa 30 April 2019.

Hal itu diungkap Kapolres Luwu Timur melalui Kasat Reskrim Polres Lutim Iptu. Andi Akbar Malloroang melalui pesan singkat, “Iya, berdasarkan laporan polisi No. LP/236/XII/2018/SPKT tanggal 11 desember 2018, Jaksa Penuntut Umum menyatakan berkas perkara tersebut telah lengkap (P-21) dengan No. B-42/R.4.34/Euh.1/04/2019,” ungkap Andi Akbar.

Penyerahan Tersangka dan Barang Bukti Kepada Kasipidum Kejaksaan Negeri Malili, 30 April 2019

Lanjut dikatakan Andi Akbar,” Tersangka dijerat dengan UU. RI No. 19 Tahun 2016 tentang perubahan UU No. 11 Tahun 2008 Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), Pasal 27 ayat 3, Pasal 45 ayat 3 tentang penghinaan dan pencemaran nama baik, dengan ancaman hukuman paling lama 6 tahun,” Jelas A. Akbar.

Dari hasil penyidikan pihak Polres Lutim, dugaan pencemaran nama baik atas Ketua PN Malili, Khairul SH,MH. dikuatkan dengan keterangan beberapa saksi ahli diantaranya, Ahli ITE dari STIE Perbanas Surabaya, Dr. Ronny S.Kom,MH, Ahli Bahasa dari Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Selatan, Drs. David Gustaaf Manuputty M.Hum .

Alhasil, kini Abd. Rahman Alwi alia Beddu harus mempertanggung jawabkan perbuatannya didepan hukum dengan ancaman kurungan penjara paling lama 6 tahun atas tuduhan penghinaan dan pencemaran nama baik sesuai yang tertuang di dalam UU No.11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. (M.A.T)

Komentar

News Feed