oleh

Banjir “Kado” Ultah Luwu Timur

MATARAKYATMU |HUT Luwu Timur tahun ini sungguh sangat memiriskan hati, sebab mendapatkan “Kado” banjir yang mengepung daerah penghasil nikel itu. Penyebab utamanya ditengarai aktifitas pembalakan liar di daerah tambang.

Aktivis Lembaga Advokasi Hak Asasi Manusia (LAKHAM ), Geb kepada jurnalis menjelaskan, salah satu perusahaan tambang yang diduga penyebab Banjir di Desa Ussu, Kabupaten Luwu Timur akibat aktivitas perusahaan PT. Prima Utama Lestari (PT.PUL) yang melakukan penebangan pohon di atas gunung dan tidak melakukan penanaman kembali atau reboisasi.

Harusnya, kata Geby, pihak terkait dalam hal ini Dinas Lingkungan Hidup (DLH) memberikan teguran keras atas kejadian ini, bukankah dalam setiap penambangan ada aturan yang mengikat, bahwa ketika ada salah satu yang tidak dilaksanakan oleh perusahaan maka wajib tambang tersebut ditutup atau dihentikan,” ungkap aktivis Perempuan yang vokal ini.

Kejadian ini adalah bukti bahwa di daerah kabupaten Luwu Timur telah terjadi pembalakan liar yang mana pihak terkait dinilai tutup mata.

“Ini merupakan kado terindah buat Luwu Timur di HUT nya yang ke-16, dan merupakan teguran dari sang Pencipta,” kuncinya.

Sementara Pengurus HMI Bidang PSDA, Muhamad Ikram Palesa mengungkapkan pembalakan liar dari perusahaan tambang itu ke depannya bisa mendatangkan bencana tidak hanya banjir, bencana lainpun akan datang.

“Banjir dan longsor itu akan menjadi langganan. Mesti harus ada kesadaran kalau tidak dimulai dari sekarang bencana siap datang kapan saja,” ungkap Ikram.

Tidak hanya diduga penyebab banjir, beberapa waktu lalu warga Desa Ussu dan pengendara jalan mengeluhkan aktivitas PT PUL yang menggunakan jalan Nasional yang hingga saat ini diduga belum memiliki ijin perlintasan.

Hingga berita ini tayang, pihak PT PUL belum bisa diperoleh klarifikasi menjawab tudingan LSM dan lembaga kemanusiaan tersebut.

Liputan : A. Alam

Komentar

News Feed