oleh

Pemecatan Dua Kepala Desa Jadi Sorotan LSM

-Daerah-1.199 views

MATARAKYATMU | Langkah Bupati Takalar H. Syamsari Kitta dalam memgambil keputusan dinilai banyak pihak sangat kontroversial. Beberapa diantaranya pemberhentian sejumlah tenaga honorer, menonjobkan ASN, pergantian aparatur desa dan kepala sekolah.

Teranyar, santer jadi pembicaraan di tengah masyarakat yaitu terkait pemberhentian dua kepala desa masing-masing Kades Sawakung dan Bontosunggu menuai kritikan dari warganya.

Salah satu tokoh pemuda Kecamatan Galesong bernama Hamzah mengatakan bahwa banyak kebijakan yang diambil oleh H. Syamsari Kitta kurang tepat dan tidak masuk akal seperti kebijakan dalam hal pemberhentian sejumlah tenaga honorer.

Menurutnya, pemerintah semestinya membuka lapangan kerja baru bagi mereka yang belum bekerja bukan malah memberhentikan sejumlah tenaga honorer.

Sementara salah seorang penggiat LSM di Takalar, Abdul Rahman mengkritisi terkait pemberhentian dua orang tidak boleh seenaknya tanpa alasan yang dibenarkan sesuai undang-undang.

Menurutnya pemberhentian seorang kepala desa harus mengacu pada Permendagri no 66 tahun 2017 tentang perubahan Permendagri no 82 tahun 2015 tentang pengangkatan dan pemberhentian kepala desa.

Bupati Takalar, Syamsari Kitta saat hendak dimintai klarifikasi ikhwal sorotan LSM Minggu (6/5) tidak berada ditempat. ” Pak bupati tak ada di tempat,” ujar seorang penjaga rumah jabatan.

Komentar

News Feed