oleh

SKETSA bersama OKP Lutim Salurkan Bantuan Langsung Kepada Korban Banjir

LUWU TIMUR || Bencana banjir yang melanda beberapa Kecamatan di Kabupaten Luwu Timur beberapa hari yang lalu masih menyimpan duka yang mendalam bagi para korban. Tak terkecuali bagi para petani, ditaksir ratusan hektar sawah tenggelam di beberapa desa yang ada di Kecamatan Malili, sehingga mengakibatkan sejumlah petani gagal panen.

Demi mengurangi rasa duka serta membantu meringankan beban para korban yang terdampak langsung. Solidaritas Anak Negeri Sawerigading (SKETSA) bersama komunitas Literasi Malili, dan IKAML Luwu Timur menyalurkan langsung bantuan kepada korban banjir yang terdampak di beberapa desa di Kecamatan Malili, Sabtu siang (04/05/19).

Nurlinda selaku pendiri SKETSA yang juga Koordinator dalam penyaluran bantuan ini menjelaskan bahwa, bantuan ini merupakan sumbangan dari beberapa instansi dan organisasi kepemudaan, serta sumbangan sukarela masyarakat yang terkumpul pada saat pegelaran konser amal yang digelar di malili, Kamis lalu (2/5).

Sketsa bersama OKP Lutim saat Menyalurkan Langsung Bantuan Kepada Korban Banjir di Dusun Kawasule, Desa Pongkeru

“Kami ucapkan terima kasih kepada KP2KP Malili, Sanggar Seni Nyili Timo, IKAML, Bank Sulsel, BPJS, dan Pemda Lutim atas sumbangsinya dalam membantu warga kita yang terkena banjir. Terkhusus buat seluruh masyarakat Luwu Timur yang ikut berpartisipasi dan berkontribusi dalam menyukseskan konser amal untuk para korban banjir di Luwu Timur, semoga ini menjadi amal ibadah buat kita semua, amin” ungkap Linda.

Salah satu Desa yang menjadi tujuan penyaluran sembako buat para korban banjir di Kecamatan Malili yaitu Desa Pongkeru, tepatnya di Dusun Kawasule. Desa ini merupakan salah satu yg terparah akibat banjir yang terjadi beberapa hari lalu.

Meluapnya Hulu sungai pongkeru yang diakibatkan intensitas curah hujan yang cukup tinggi selama beberapa pekan, membuat sungai pongkeru meluap. Alhasil ratusan rumah warga dan puluhan hektar sawah siap panen terendam air setinggi 1 meter.

“Ini merupakan cobaan yang mendalam bagi seluruh masyarakat Luwu Timur, disaat kita merayakan Hari Jadi Kab. Luwu Timur yang ke-16. Kita berharap seluruh masyarakat bisa saling mawas diri, serta menjaga lingkungan dan ekosistem yang ada, agar kedepan tatanan ekologi lingkungan tidak membuat kita menjadi korban dari ulah kita sendiri,” Harap Nurlinda yang juga merupakan Kepala Sekolah MAN 1 Malili.

Liputan : Redaksi | Editor : Arif Tella

Komentar

News Feed