oleh

Seperti Ini Pertumbuhan Ekonomi Sulsel Triwulan Pertama 2019

Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Selatan mengeluarkan berita resmi statistik pertumbuhan ekonomi Sulsel triwulan I – 2019, Senin (6/4/2019)

Kepala BPS Sulsel, Yos Rusdiansyah menerangkan, perekonomian Sulawesi Selatan yang diukur berdasarkan besaran Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku triwulan I-2019 mencapai Rp 118,09 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp 77,78 triliun.

“Ekonomi Sulawesi Selatan triwulan 1-2019 terhadap triwulan 1-2018 tumbuh 6,56 persen year on year melambat dibandingkan capaian triwulan 1-2018 sebesar 7,35 persen,” tutur Yos di kantor BPS Sulsel Jl Haji Bau, Makassar.

Lanjut ia menjelaskan, dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Lapangan Usaha Informasi dan Komunikasi sebesar 23,13 persen.

“Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Komponen Pengeluaran Konsumsi Lembaga Non Profit yang Melayani Rumah Tangga (PK LNPAT) yang tumbuh pesat sebesar 38,30 persen,” jelasnya

Ekonomi Sulawesi Selatan triwulan 1-2019 terhadap triwulan sebelumnya naik sebesar 0,31 persen (q-to-q).

Kepala BPS Sulsel menuturkan, dari sisi produksi, pertumbuhan ini disebabkan oleh faktor musiman pada Lapangan Usaha Pertanian, Kehutanan dan perikanan yang tumbuh 13,90 persen.

“Sementara dari sisi pengeluaran disebabkan oleh Komponen Pengeluaran Konsumsi Lembaga Non Profit yang Melayani Rumah Tangga (PK-LNPRT) yang tumbuh sebesar 43,47 persen,” tuturnya.

Pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan didukung semua lapangan usaha kecuali Pertambangan dan Pengalian serta Jasa Keuangan dan Asuransi.

Pertumbuhan tertingi dicapai oleh lapangan usaha Informasi dan Komunikasi sebesar 13,13 persen, dikuti oleh Jasa Pendidikan sebesar 11,68 persen Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajb sebesar 11,64; Jasa Lainnya sebesar 11,16 persen dan Pengadaan Listrik dan Gas sebesar 10,24 persen.

Bila dilihat dari penciptaan sumber pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan Triwulan 1-2019 year on year, Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil dan Sepeda Motor memiliki sumber pertumbuhan tertinggi sebesar 145 persen, dikuti Industri Pengolahan sebesar 1,13 persen; Informasi dan Komunikasi sebesar 0,89 persen serta Konstruksi sebesar 0,83 persen

“Memang selama beberapa tahun belakangan ini pertumbuhan ekonomi Sulsel tetap tinggi meskipun jarak antara pertumbuhan ekonomi nasional dan Sulawesi Selatan semakin menyempit nah, ini karena beberapa sebab utamanya produksi di sektor primer, pertambangan kita menurun tajam.

“Sementara di pertanian beberapa waktu lalu juga sedikit mengalami gangguan karena banjir mudah – mudahan dengan fenomena yang terjadi saat ini dan diketahui oleh para pihak stakeholder semoga ada perbaikan terkait dengan pertumbuhan ekonomi,” ungkap Yos Rusdiansyah.

Yos menambahkan, “Yang menarik industri pengolahan menjadi motor penggerak utama sekarang andaikan kita berharap lebih banyak industri karena penciptaan nilai tambahnya lebih bagus dibanding pertanian dan pertambangan dengan industri tentunya nilai tambah yang diciptakan semakin bagus buat masyarakat .

“Semoga pemerintah semakin mendorong terus memberi fasilitas untuk industri Demak berkembang di Sulsel.” kuncinya.

Komentar

News Feed