oleh

Benarkan Ancaman Pembunuhan Presiden Bukan Makar?

MATARAKYATMU | Tak sedikit kasus makar yang dilaporkan ke pihak kepolisian akhir-akhir ini. Mulai dari, kasus politikus PAN sekaligus tokoh 212 Eggi Sudjana hingga kasus video saat demonstrasi terkait pernyataan seseorang berinisial HS yang mengancam akan memenggal kepala Presiden Joko Widodo.

Menanggapi hal ini, Direktur Program ICJR Erasmus Napitupulu mengatakan pasal makar tak bisa menjerat HS, sebab dianggap tak memenuhi unsur makar. 

“Menyebutkan atau bahkan mengancam akan membunuh presiden bisa jadi merupakan suatu delik pidana, namun belum bisa dinyatakan sebagai pidana makar,” kata Eramus seperti dikutif dari CNNIndonesia.

Erasmus menjelaskan delik makar tak bisa berdiri sendiri. Pasal 104 KUHP itu, kata dia, memiliki dua unsur; makar dan maksud membunuh, merampas kemerdekaan atau meniadakan kemampuan presiden atau wakil presiden memerintah. 

Sementara, pengaturan makar dimuat dalam pasal 87 KUHP. Pasal itu menyebut dua syarat makar, yakni niat dan permulaan pelaksanaan. 

Menurut Erasmus, kasus HS harus dapat dibuktikan apakah sudah memenuhi unsur permulaan pelaksanaan dengan maksud untuk membunuh presiden.

“Kuncinya tetap, permulaan pelaksanaan itu harus dengan logis dan terukur dapat membunuh presiden,” ucapnya.

Kini, polisi telah menetapkan dan menahan HS pria yang videonya viral mengancam akan memenggal kepala Presiden Jokowi dengan pasal Makar. Terbuktikah?

Komentar

News Feed