oleh

CSR Penanaman Manggrove PT Vale Jadi “Buah Bibir”, Begini Penjelasan Tim

MATARAKYATMU | Sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan hidup, PT. Vale Indonesia melalui Company Social Responsible (CSR) dalam hal Program Pemberdayaan Masyarakat (PPM) Pengembangan Kawasan Perdesaan Mandiri (PKPM) akan melakukan penanaman ribuan pohon Manggrove di wilayah pesisir Kecamatan Malili Kabupaten Luwu Timur.

Terkait CSR penanaman Manggrove yang meliputi 4 desa pemberdayaan yakni, Desa Harapan, Balantang, Wewangriu dan Desa Pasi-pasi yang di kelola oleh lembaga tertentu, menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat dan di media sosial.

Dimana notabenenya, menurut sepengetahuan saya, bahwa dana CSR tersebut harus di kelola oleh masyarakat yang ada d sekitarnya atau Badan Usaha Milik Desa (BumDes) melalui Badan Kerjasama Antar Desa (BKAD) yang di bentuk di desa masing-masing, ujar Sakkir Malakani, tokoh masyarakat disana.

Lanjut dikatakan Sakkir, hal ini menjadi tanda tanya besar di kalangan masyarakat 4 wilayah pemberdayaan, ada apa dan mengapa, atau karena mereka yang terlibat di PPM-PKPM tersebut merupakan pengurus di lembaga atau organisasi itu.

Menanggapi hal tersebut, Jois A. Baso selaku Ketua Tim Sekretariat menjelaskan bahwa, posisi dari lembaga yang di maksud (Sketsa -red) adalah sebagai penanggung jawab, agar program penanaman manggrove yang dilakukan berjalan sesuai dengan nawacita PT. Vale dalam hal pemberdayaan masyarakat dan program ini bisa berjalan dengan sukses .

“Setelah melalui beberapa tahapan, mulai dari grand design, RAB, dan presentasi pemaparan program yang dilakukan (Sketsa-red) selama ini, mulai dari tingkat desa, kecamatan serta kabupaten, dan disaksikan oleh Tim dari PT. Vale sudah cukup memuaskan, tinggal menunggu eksekusi terhadap program tersebut untuk dimulai,” jelas Jois.

Lanjut Jois, posisi Sketsa disini menjadi wadah untuk bisa memfasilitasi pihak ketiga, baik itu Tim ahli yang akan dilibatkan pada saat pembibitan, penanaman, dan perawatan Manggrove tersebut, lalu kemudian peran serta masyarakat sekitar yang menjadi hal utama dalam hal pemberdayaan, ujar Jois A. Baso.

Harapan masyarakat nantinya, terkhusus daerah pemberdayaan PT. Vale, program CSR yang akan dilakukan di beberapa daerah pemberdayaan dapat menjadi program yang berkesinambungan terhadap kepentingan masyarakat umum, dan bukan menjadi program yang tertuju pada kepentingan pribadi semata.

Laporan : Nur Alam | Editor : Arif Tella

Komentar

News Feed