oleh

Profcoll Eksekusi Jaminan Fidusia, Timsus Polda Sulsel “Eksekusi” Profcoll

MATARAKYATMU | Yahaking, seorang profesional collector (Profcoll) PT Adira Multifinance mengalami nasib sial saat menjalankan tugas. Dirinya dilaporkan telah merampas dan mencuri kendaraan jaminan fidusia.

Pelapor adalah Bau Tenriabeng, warga Jl.Nikel Makassar saat satu unit nissan march disita di rumah bersangkutan.

Pelaksanaan eksekusi sendiri berjalan lancar tanpa kekerasan disebabkan Bau Tenriabeng bukan debitur di PT Adira Multifinance.
“Dia bukan debitur kami,” ujar Acmad Rusdy, Manager Areal II PT Adira Multifinance saat ditanya status pemegang unit.

Ketika kendaraan telah berada di tangan PT Adira Multifinance, Bau Tenriabeng sebagai pemegang unit tanpa mengikuti prosedural berusaha kembali menguasai objek jaminam fidusia itu salah satu cara melaporkan Yahaking beserta beberapa Profcoll lainnya.

Aneh, laporan Bau Tenriabeng ini diterima mentah-mentah Polsek Rappocini tanpa menyelidiki lebih rinci dokumen kepemilikan kendaraan yang dilaporkan telah dicuri oleh Yahaking.

Atas laporan tersebut, Yahaking jadi target pengejaran unit khusus Polsek Rappicini diback up Timsus Polda Sulsel pimpinan Ipda Artenius.

Yahaking “Dieksekusi” dua tim tersebut di Jl.Bontomene Kec.Rappocini. Dalam penangkapan tersebut, pria yang hampir separuh hidupnya menjadi Profcoll mengalami perlakuan tidak wajar dari petugas malam itu.

“Saya mendapat perlakuan tidak senonoh dari petugas sementara hanya dibutuhkan klarifikasi dari laporan seorang pemegang jaminan fidusia yang bukan debitur,” tulis Yahaking di pesan WA.

Diperoleh informasi bila Yahaking sejak dijemput mengalami perlakuan tidak pantas dengan menerima pukulan dari oknum petugas Timsus Polda Sulsel dan Unit Khusus Polsek Rappocini.

Perlakuan ini dinilai banyak pihak tidak menggambarkan sikap promoter seorang polisi hingga Kapolda Sulsel Irjen. Drs.Hamidin diharap segera mengevaluasi tim pimpinan Ipda Arthenius ini.

Informasi terakhir diterima jika Yahaking telah meninggalkan Polsek Rappicini setelah dua lawyer PT Adira Multifinance menangani kasus tersebut.

Komentar

News Feed