oleh

Demo Kecurangan Pemilu, Jurnalis Mengalami Intimidasi

MATARAKYATMU | Imbas aksi demo 22 Mei menimpa Ryan Hadi diduga mengalami tindak kekerasan dan intimidasi oleh aparat kepolisian saat meliput kerusuhan di Jalan Jatibaru, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu (22/5).

Ryan diduga dipukul oleh aparat keamanan saat merekam video aparat yang menangkap terduga provokator massa. 

Saat itu, Ryan sedang meliput di barisan massa yang melempari batu ke arah pasukan polisi. Massa juga berusaha merangsek ke Markas Polsek Gambir, namun dicegah aparat.

Suasana kacau pada pukul 09.30 WIB. Aparat kepolisian kemudian memukul mundur massa. Ketika itu, polisi menangkap orang yang diduga sebagai provokator.

Ryan kemudian merekam kejadian itu dengan ponsel. Namun belum sampai satu menit, polisi tiba-tiba merebut ponselnya, hingga jatuh.

“Saya juga dipukul di bagian wajah, leher, lengan kanan bagian atas, dan bahu oleh beberapa aparat Brimob dan orang berseragam bebas,” kata Ryan.

Saat itu, Ryan sudah mengaku sebagai jurnalis dan menunjukkan kartu pers yang menggantung di lehernya. Bahkan polisi memegang dan melihat kartu pers tersebut, namun Ryan justru ditampar.

“Mereka tetap mukul wajah saya dengan mengatakan hapus videonya,” ujarnya.

Ryan menyayangkan polisi tak memberi kesempatan untuk memberi penjelasan. Polisi lalu merampas ponselnya hingga kini belum kembali.

Pihak kepolisian, belum ada yang bisa memberikan keterangan terkait kekerasan dialamatkan ke Ryan dan perampasan handphone yang dijadikan alat dalam menjalankan tugas kewartawanan

Komentar

News Feed