oleh

Kivlan Zen Akhirnya Dijebloskan ke Rutan Guntur

MATARAKYATAMU | Mantan Kepala Staf Pangkostrad, Letjen (Purn) Kivlan Zen, akhirnya dijebloskan ke penjara dengan dugaan kepemilikan sejata ilegal, Kamis (30/5).

Kivlan Zen resmi ditahan di Rutan POM DAM Jaya Guntur, Jakarta Pusat. Dia ditahan setelah menjalani proses pemeriksaan di Subdit Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya selama 28 jam.

Kendati terus disapa oleh awak media, Kivlan pelit berkomentar dan hanya melambaikan tangan dengan pengawal oleh petugas masuk ke mobil penyidik Jatanras Polda Metro Jaya menuju Rutan POM DAM Jaya Guntur, Jakarta Pusat.

Polisi menjerat Kivlan dengan Undang-Undang Darurat pasal 1 ayat 1 Nomor 12 Tahun 1951 tentang senjata api yang memiliki ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.

Kivlan dijerat dengan undang-undang tersebut karena disangka memiliki dan menguasai senjata api. Senjata itu terkait dengan enam orang tersangka yang berniat membunuh empat tokoh nasional dan satu pimpinan lembaga survei.

Mabes Polri sebelumnya telah menangkap enam orang yang diduga berencana melakukan pembunuhan pada empat tokoh nasional yakni Menko Maritim Luhut Binsar Pandjaitan, Menko Polhukam Wiranto, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan, dan dan Staf Khusus Presiden Bidang Intelijen dan Keamanan Gories Mere.

Keenam tersangka tersebut disebut-sebut menunggangi kerusuhan 22 Mei untuk melakukan aksinya. Polisi mengungkapkan, kelompok ini dipimpin HK dan beranggotakan IR, TJ, AZ, AD dan AF. Mereka memiliki peran berbeda mulai dari mencari penjual senjata api hingga mencari eksekutor. Keenamnya kini sudah ditahan polisi

Komentar

News Feed