oleh

Wow, Jaminan Fidusia Dikuasai Oknum TNI Secara Ilegal

MATARAKYATMU | Sebuah unit kendaraan Avanza DN 364 AQ jadi jaminan fidusia PT Amanah Finance dengan debitur bernama Rustang, warga Pue Salangga, Palu Timur, Sulteng. Diduga kendaraan dimasukkan dan dioperasionalkan menjadi kendaraan dinas Korem 142 /Tatag. Kasus ini harus dibongkar dan pelaku harus dihukum berat

Citra TNI tercoreng ulah oknum tertentu yang bertugas dijajaran Korem 142/Tatag Parepare saat sebuah mobil toyota Avanza berpindah tangan dan berganti Nopol menjadi DD 496 JT.

Di dalam kendaraan tersebut juga ditemukan surat keterangan kendaraan TNI berplat dinas 9576-VII di atas kendaran tersebut. Identitas lain seperti warna kendaraan dari Merah metalic menjadi hijau lengkap dengan STNK Aspal ikut berubah hingga ditengarai plat dinas TNI tak jarang dipergunakan di waktu-waktu tertentu.

Kendaraan tersebut berhasil dicegat saat terpantau lalu-lalang di poros Parepare oleh Denpomdam XIV/ 2 Parepare dan berhasil amankan, Selasa (11/6). Ketika diperiksa, kendaraan dimaksud dikemudikan warga sipil dengan STNK tertera pemilik Intelejen Korem 142/ Tatag.

Petugas Detasemen Pomdam XIV/ 2 kemudian melakukan penyelidikan dan diketahui jika kendaraan dimaksud adalah jaminan fidusia PT Amanah Finance, Kalla Grup.

“Benar kendaraan tersebut ada kemiripan jaminan fidusia PT Amanah Finance dengan Akad No.10038005/AK/08/10 atas nama debitur Rustang,” ujar Rifai Manangkasi, Kabag. Supervisi dan Litigasi Divisi Remedial PT Amanah Finance.

Lanjut dijelaskan Rifai, kendaraan tersebut bernomor mesin MHFM1BA3JAK254261 dengan No.Rangka DG-09409 sama identitas tertera di STNK yang disita Denpomdam XIV/2 Nopol 496 JT an. Intelejen Korem 141/Tatag.

Informasi yang diterima Matarakyatmu.com menyebut bila kendaraan tersebut diduga dibeli secara bodong oknum TNI di Korem 142/ Tatag dan sempat dipergunakan seorang Pamen sebagai kendaraan operasional.

Penangkapan ini patut diberi apresiasi positif. “Jangan sampai dipergunakan buat kejahatan dengan menempelkan atribut kendaraan dinas TNI, ” ujar beberapa warga di Parepare.

Warga juga berharap agar Panglima Kodam XIV Hasanuddin dan Kapolda Sulsel dapat bertindak tegas, membongkar kasus ini dengan menangkap pelaku dugaan pemalsuan dan penadahan objek jaminan fidusia.

Hingga berita ini terpublish pihak Kodam XIV Hasanuddin belum dapat dimintai klarifikasi soal dugaan keterlibatan oknum anggota Korem 141/ Tatag atas pemindah tanganan serta ditengarai ada pemalsuan identitas kendaraan yang menjadi jaminan fidusia. Begitu juga pihak Polda Sulsel berkaitan perubahan identitas di STNK.

Komentar

News Feed