oleh

Kisruh, Pemilihan Anggota BPD Bontoraja

MATARAKYATMU– Panitia pelaksana pemilihan anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Bontoraja Kecamatan Gantarang, Kabupaten Bulukumba, diduga curang dengan pengelembungan suara.

Proses pemilihan anggota BPD yang berlangsung Senin 24-Juni 2019, dinilai penuh dengan unsur kecurangan dimana sistem keterwakilan dianggap berpihak pada kepala desa.

Calon anggota BPD dari Dusun Dusuru, Fatahuddin mengatakan, pada pembcaan jumlah peserta pemilik suara untuk dusun Dusuru. Ketua panitia, Risal mengesahkan terdapat 16 orang tambah 1 perwakilan karang taruna menjadi 17. Akan tetapi, pada proses perhitungan jumlah suara berubah menjadi 18 suara.

“Pada saat dibacakan hanya ada 17 orang. Tapi pada saat perhitungan suara beruba menjadi 18 orang. Berarti ada penambahan satu suara yang tidak diketahui,” ungkapnya.

Proses perhitungan yang sempat menimbulkan ketegangan tersebut dianggap cacat hukum jika panitia pelaksana tetap melakukan pengesahan. Pasalnya, tidak semua calon anggota BPD menandatangani berita acara pemilihan.

“Kalau ini tetap disahkan oleh panitia, tentu ini menyalahi aturan karena tidak semua calon BPD menandatangani berita acara sehingga itu dianggap tidak sah,” tambah Fatahuddin.

Diketahui, pemilihan anggota BPD di hadiri Kepala Desa Bonto Raja, M Idrus, Babinkantibmas Bontoraja, Sukirman, calon anggota BPD, dan tokoh masyarakat.

Selain itu, sikap ketua panitia dianggap memperjelas adanya indikasi kecurangan pada proses pemilihan. Dimana pada saat salah satu calon BPD, Syamsul Arif menyodorkan SK sebagai guru di TK/TPA Al Quran ditolak.

“Yang lebih aneh, pada saat perhitungan terdapat kertas suara yang tak berstempel yang disiapkan panitia. Dan kertas itu hanya berisi satu nama tanpa disertai foto,” tambah Fatahuddin.

Komentar

News Feed