oleh

HGU PTPN XIV Digugurkan PTUN Palu

MATARAKYATMU | Sengket lahan HGU dimenangkan oleh masyarakat bersama Pemerintah desa Lee pada sidang sengketa lahan yang belum lama ini digelar di PTUN (Pengadilan Tata Usaha Negara) di Palu.

Meski begitu, pihak tergugat dalam hal ini PTPN 14-PT. SPN menolak hasil keputusan PTUN Palu, berkeberatan menerima putasan majelis hakim.

Direktur operasional PTPN 14-PT. SPN Rispan Ady Idrus mengatakan bahwa luas HGU yang berada di desa Gontara, desa Lee dan desa Kasingoli memiliki luas 1,895 Ha, dimana lahan HGU seluas itu satu hamparan ditiga desa tersebut.

Lahan seluas itu digugat sebanyak lima orang warga yang memiliki lahan sekitar 10 Ha, tetapi putusan majelis hakim memerintahkan kepada BPN untuk memcabut surat keputusan HGU seluas 1.895 Ha yang berada ditiga wilayah desa tersebut, kata dirops PT. SPN.

Lanjutnya, pihak perusahaan keberatan dengan keputusan majelis hakim, kemudian tanggapan pihak tergugat akan mengajukan banding, dengan pertimbangaan PT. Sinergi Perkebunan Nusantara (SPN) keberatan dengan pertimbangan hukum dan putusan majelis hakim PTUN Palu.

“Dengan adanya upaya hukum banding maka putusan majelis hakim PTUN Palu belum mempunyai kekuatan hukum tetap (Inkrah),” ujarnya.

Dengan demikian kedudukan hukum sertifikat HGU PT. SPN masih seperti sedia kalah etap berkekuatan hukum sampai adanya putusan berkekuatan hukum tetap dan semua pihak harus menghargai termasuk didalamnya penggugat, Rispan.

Liputan : Haeruddin (Morowali utara)

Komentar

News Feed