oleh

Elpiji 3 Kg Langkah, Siapa Bertanggungjawab?

LPG 3 Kg kembali mengalami kelangkaan di Kabupaten Bantaeng. Stok gas bersubsidi ini, hampir tidak ada didapati di berbagai pengecer atau penjual kecil-kecilan di Bantaeng bagian kota.

Nampak di pangkalan st Aminah jalan Merpati, Kecamatan Bantaeng, Kabupaten Bantaeng. Bukan hanya di pangkalan, bahkan di agen yang terletak di jalan TA Gani, Kecamatan Bisappu juga mengalami kekosongan.

“Stok lancar, cuman mungkin penyuplai lambat bawa ke agen. Lagipula pengguna gas tambah banyak, belum lagi sekarang musim-musim pernikahan,” kata Rasyid, sembari memindahkan tabung-tabung gas LPG 3Kg yang kosong, Kamis, 4 Juli 2019.

Warga pun meresahkan hal ini, seperti yang diungkapkan Dewi, seorang penjual nasi kuning di bilangan jalan Andi Mannapiang, Kelurahan Lamalaka, Kecamatan Bantaeng, Kabupaten Bantaeng.

Dewi mengaku cukup kesulitan memperoleh tabung gas ini. “Nda tau kenapa susah sekali di Bantaeng. Di Bantaeng ji kapang, karena di Sinjai mudah didapat,” ujarnya.

Bahkan tabung yang digunakannya itu, diambil dari Sinjai. Sebab di sana ada sanak keluarganya yang menjual gas.

“Kebetulan dari sinjai kemarin, makanya ambil gas di sinjai.
Di bantaeng susah cari gas, yah keliling,” ujarnya.

Selain itu, dia juga menyebut, kelangkaan itu berdampak pada kenaikan harga.

Biasanya, kata dia, harga berkisar 17 ribu rupiah. Namun kini sudah mencapai Rp. 20 ribu hingga Rp. 25 ribu.

Sementara itu, Kepala Bidang Perdagangan di Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan, Samson, berjanji pihaknya segera melakukan koordinasi dengan bagian Ekonomi Setda Bantaeng.

“Terima kasih informasinya, segera saya koordinasikan dengan bagian ekonomi,” singkatnya.

Hal itu dilakukan guna menemukan solusi agar harga kembali stabil.

Keterangan Gambar :

Tabung gas 3Kg di Bantaeng mengalami kelangkaan mulai dari pengecer hingga di agen penyalur.

Komentar

News Feed