oleh

Gelar Sunatan Gratis DPC Wahdah Gandeng Asdoki

MATARAKYATMU | — DPC Wahdah Islamiyah Kabupaten Bantaeng menggelar khitanan massal di Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Al Ihsan Wahdah Islamiyah Bantaeng, jalan Bakri kampung Kayangan, Kecamatan Bisappu, Kabupaten Bantaeng pada Jumat, 5 Juli 2019.

Kegiatan itu menghadirkan BSB, Dinas Kesehatan dan juga Ketua Asosiasi Dokter Khitan Indonesia (Asdoki) Sulawesi, dr Armansyah.

Penanggung Jawab Medis Panitia Khitanan massal, dr Makmun, Sp.Rad mengatakan, kegiatan sosial ini sekaligus ajang mengisi waktu libur sekolah.

“Kegiatan ini dalam rangka mengisi waktu libur DPC Wahdah Islamiyah Kabupaten Bantaeng,” ujarnya.

Dia pun menyebut, target peserta khitanan massal ini berjumlah 50 orang. Tetapi yang mendaftar mencapai 60 orang.

“Target kita sebenarnya hanya 50 anak, tapi yang mendaftar sudah 62 orang dan kami layani semua, hanya saja stop dengan jumlah itu karena kita keterbatasan waktu, dan kita mau selesaikan di hari ini (Jumat) saja. Targetnya kita kepada warga yang kurang mampu,” jelasnya.

Sementara itu, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit P2P di Dinas Kesehatan Kabupaten Bantaeng, dr Armansyah memaparkan bahwa pada kesempatan itu, pihaknya memperkenalkan teknik khitan modern.

“Kita perkenalkan Stapler Z SR. Alat itu buatan China dan sekali pakai. Stapler Z SR itu teknik memotong dan langsung menjahit. Selain meminimalisir luka, juga proses penyembuhannya lebih cepat. Tiga hari setelah khitan, perban dibuka dan langsung bisa beraktifitas,” jelasnya yang juga Ketua Asdoki Pulau Sulawesi ini.

Ada yang lebih bagus lagi kualitasnya, yaitu alat Klamp. Penggunaannya berfungsi untuk menjepit juga, namun keunggulannya, kata Arman, pascakhitanan bisa langsung menggunakan celana pendek.

“Klamp itu tanpa jahitan dan perban, tanpa batas usia, serta pasien bisa langsung beraktifitas dan tentunya aman dan nyaman,” imbuhnya.

Sekedar diketahui, khitanan dengan teknik modern saat ini sedang gencar digalakkan dr Armansyah.

Alimin DS | Bantaeng

Komentar

News Feed