oleh

Heboh! Nurdin Abdullah Dituding Terima Bantuan 10 M

MATARAKYATMU | Video suasana sidang hak angket DPRD Sulsel menjadi viral dengan pernyataan Jumras, mantan Karo.Pembangunan Setwilda Sulsel bahwa dua pengusaha lokal telah membantu Rp 10 M biaya kampanye Nurdin Abdullah saat menjadi kontestan Pilgun 2018 lalu.

Respon Nurdin Abdullah sangat reaktif sebab tudingan itu dinilai fitnah keji dan memgeluarkan ultimatum ke Jumras untuk meminta maaf 1 x 24 jam. Jika tidak dilakukan maka Ia akan membawa persoalan ini ke polisi.

Menanggapi ancaman ini, Jumras menolak meminta maaf dan tak terlalu ambil pusing. “Silahkan beliau punya hak, biar di pengadilan semuanya makin jelas dan hakim menvonis apakah keterangan saya di forum Hak Angket DPRD Sulsel itu, benar atau bohong,” tutur Jumras seraya menegaskan dirinya tidak akan meminta maaf.

Jumras lalu menegaskan, dirinya menolak meminta maaf kepada gubernur dengan dalih yang memfitnah dan menuduh gubernur adalah Anggung, Feri serta Sumardi kakak Wagub yang kini Kepala Badan Pendapatan Pemprov Sulsel.

Anggu yang bilang dia bersama Feri sudah membantu Rp 10 miliar biaya kampanye pak Gubernur Nurdin Abdullah di Pilkada kemarin. “Omongan Anggu itu kemudian dibenarkan oleh Sumardi, sehingga Sumardi meminta saya memberikan proyek jalan itu ke Anggu dan Fery,” jelasnya.

Lanjut Jumras, silakan gubernur membawanya ke meja hijau untuk memenjarakan dirinya. “Pak Guberur bersabar saja, karena vonis Hakim nantinya, akan menentukan siapa yang akan meminta dan memberi maaf,” kata Jumras dengan nada santai.

Meski demikian, Jumras sempat bernada tinggi, bahwa seharusnya Gubernur Nurdin Abdullah yang meminta maaf ke dirinya, karena telah menuduh dan memfitnahnya menerima suap dari kontraktor, sehingga  menolak memberikan 3 proyek jalan ke Anggung dan Feri yang oleh keduanya memintanya atas nama Gubernur Nurdin Abdullah. 

“Pokoknya, saya siap dan saya menunggu panggilan pengadilan atau Polisi. Saya siap hadapi pak Gubernur di Pengadilan,” tantang Jumras.

Komentar

News Feed