oleh

Didemo Soal PPDB, Ini Jawaban Kasek SMPN 29

MATARAKYATMU |Didemo Soal Penerimaan Peserta Didik Baru (PBDB) Tahun Ajaran 2019 terkait dugaan Pungutan Liar, Kepala SMPN 29 Makassar melakukan klarifikasi ke sejumlah media.

Seperti diketahui Komunitas Pencegahan Korupsi Indonesia Timur disingkat  (KPK) menggelar aksi unjukrasa, Selasa (16/07/2019) sore, di Kantor WaliKota Makassar Jl. Admad Yani, Ujung Pandang Kota Makassar.

Kelompok ini menuntut agar Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar dicopot karena mereka menilai telah lalai dalam pengawasan terhadap sekolah yang ditengarai terjadi pungutan liar (Pungli) seperti di SMPN 29 Makassar.

Dalam orasinya, Akram Junaid menyampaikan bahwa aksi ini dilakukan menyikapi dugaan pungutan liar dalam proses penerimaan Siswa Baru SMPN 29 Makassar.

“Copot Kadis Pendidikan Kota Makassar karena lalai dalam mengawasi Kepala sekolah. Meminta Walikota Makassar mencopot Kadis pendidikan dan Kepala Sekolah SMPN 29 Makassar dan Stop pungutan liar di SMPN 29 Makassar”, teriak dalam orasinya

Menanggapi tudingan tetsebut, Kepala SMPN 29, Abdul Latief yang dimintai klarifikasi membantah jika sekolah yang dipimpinnya melakukan praktek Pungli.

” Tidak benar jika atas tuduhan terjadi pungutan liar. Mengenai pemesanan dan pembelian baju oleh orangtua siswa di koperasi tidak menjadi kewajiban dan bukan surat pesanan,” ujarnya.

Hanya, tambah Andul Latif, koperasi sekolah telah memyiapkan seragam dan baju olahraga berciri khas untuk menjaga keaerasian dan kerapian.

Abdul Rahim | Makassar

Komentar

News Feed