oleh

Pembangunan Jembatan Bu’tu Pasegoran “Tergantung”

TORAJA UTARA – Menyoal pembangunan jembatan Bu’tu Pasegoran di Dusun Borojong, Lembang (Desa) Tondon, Kecamatan Tondon, Kabupaten Toraja Utara (Torut). Sejumlah warga mempertanyakan status kelanjutan pekerjaan jembatan Bu’tu Pasegoran di Lembang mereka.

Pekerjaan jalan tersebut menurutnya menelan biaya 600 juta, menggunakan anggaran dana desa (APBN) pada tahun 2016.

Namun, warga menduga bahwa dalam proyek pekerjaan jembatan Bu’tu Pasegoran dengan panjang 17 meter, lebar kurang lebih 5 meter dan tinggi 6 meter itu terkesan mandek alias mangkrak.

Salah satu indikasi terjadinya penyimpangan dan juga terkesan pembiaran. Menurut sumber yang layak dipercaya antara lain, adanya perubahan speck pada bagunan jembatan dan menghabiskan anggaran ratusan juta bahkan milyaran tapi tidak selesai hingga tahun 2019.

“Jembatan tersebut gambarnya diubah dari rencana semula. Warga pun mempertanyakan kenapa sudah menghabiskan anggaran begitu banyak tapi belum kelar-kelar juga hingga saat ini, padahal itukan peroses pekerjaan secara bertahap. Kok, sampai sekarang mana penyelesaian nya,” kata sumber yang enggan disebutkan namanya, Kamis (15/8/2019).

Sumber menambahkan, ia pun menyampaikan bahwa Kepala Lembang Tondon Terindikasi melakukan penyalahgunaan jabatan dan terkesan melakukan pembiaraan terkait pembangunan jembatan tersebut.

Oleh karena itu, warga meminta agar supaya jembatan itu dirampungkan tahun ini terhadap jembatan tersebut. Agar bisa dilalui. Jangan kendaraan orang pun susah melintasi jembatan karena tingginya sulit di jangkau.

Bukan hanya itu, ia pun menyampaikan bahwa pekerjaan jembatan itu di sinyalir penuh dengan permain.

Meski Kepala Lembang Tondon Manika Salurante beberapa tahun yang lalu. Sempat di panggil dan diperiksa Kajari Tana Toraja melalui Kasi Pidsus memanggil Kalem Tondon namun prose kasusnya tidak ada kelanjutan dari hasil pemeriksaan pihak Kajari lama.

Pembangunan jembatan di Dusun Borojong itu hanya sekadar untuk kepentingan pribadi semata. Sebab katanya jembatan tersebut dikerjakan untuk memperlancar akses jalan menuju kepersawahan masyarakat guna membantu para petani.

Tapi herannya pekerjaan jembatan itu tak kunjung selesai. Padahal setiap tahunnya terkadang dibahas dalam Musrembang Desa. Untuk kelanjutannya. Tapi hal hasil tak kunjung selesai memasuki tahun Agustus 2019 ini.

Terkait pembangunan jembatan dan komentar masyarakatnya Kepala Lembang Tondon, Manika Salurante Tidak membenarkan apa yang di sampaikan oleh warganya.

“Jembatan tersebut pak. Sudah kita bahas dan tidak mungkin bisa selesai dalam kurung waktu yang singkat. Karena anggaran terbatas. Memang betul itu anggaran yang digunakan sekitar menghampiri kurang lebih 600 juta bersumber dari anggaran Dana Desa 2016 lalu. Selama saya menjalankan Tupoksi saya selaku Kalem Tondon. Saya tidak pernah main-main dalam menjalankan tugas terlebih lagi menyoal anggaran Dana Desa. Itukan banyak yang pantau dan ada aturannya. Bukan gampang mempermainkan anggaran itu semuanya penuh dengn aturan,” unkap Manika Salurante saat dihubungi melalui sambungan telepon, Jum’at (9/8/2019) malam.

Lanjut Manika menyampaikan bahwa semua laporan yang ada terkait jembatan dan pemanggilan Kalem Tondon dari pihak Kajari Lama dibantah olehnya.

“Itu tidak betul saya tidak pernah dipanggil pihak Kejari lama. Itu informasi HoaX jangan dipercaya pak itu sekedar hanya untuk menjatuhkan saya. Karena sekarang sudah masuk masa buras pemilihan Kepala lembang serentak di Torut. Makanya ada orang tertentu sengaja atau tidak mencari kesalahan saya. Agar masyarakat Publik) tidak lagi mempercayai saya untuk tidak dipilih dalam bursa pemilihan kepala Lembang Tondon,” Tandasnya.

Aril | Tana Toraja

Komentar

News Feed