oleh

UPI dan IAID Ciamis Workshop Peningkatan Kompetensi Guru Model Pembelajaran RADEC

MAKASSAR | Tantangan Pendidikan pada era informasi dan teknologi saat ini semakin besar. Tujuan Pendidikan dalam kurikulum yang dulunya hanya berdasarkan pada kebutuhan sumber daya di setiap negara, diubah menjadi keterampilan global yang dapat digunakan untuk bersaing dan berkompetisi di era revolusi industri 4.0 dan society 5.0 saat ini.

Karena itu, guru sebagai ujung tombak dalam mengimplementasikan kebijakan dan tujuan Pendidikan perlu ditingkatkan kompetensinya menjadi pendidik yang handal dalam merencanakan, mengimplementasikan dan menilai pembelajaran.

Hal inilah yang melatar belakangi diadakannya Workshop Peningkatan Kompetensi Guru yang dilaksanakan pada hari sabtu, 24 Agustus 2019 di Institut Agama Islam Darussalam Ciamis

Workshop ini bertajuk “peningkatan keterampilan guru melalui model pembelajaran RADEC dalam mendukung revolusi industri 4.0 dan society 5.0” yang diselenggarakan pada hari sabtu, 24 Agustus 2019 di Institut Agama Islam Darussalam Ciamis.

Adapun yang bertindak sebagai pemateri Pada kegiatan Workshop yaitu, Prof Udin Syaefudin Sa’ud selaku ketua badan akreditasi provinsi sekolah/madrasah Jawa Barat, Prof. Dr. H. Rahman, M.Pd. selaku dosen sekolah pascasarjana UPI, Dr. H. Husni Thoyyar, M.Pd. selaku dosen IAID Ciamis, Dr. paed. H. Wahyu Sopandi, M.A. selaku ketua program studi pendidikan dasar SPs UPI, H. Chaerun Anwar, M.Pd., Ph.D. selaku PPPPTK IPA, Nana Suryana, S.Ag., M.Pd. sekalu ketua program studi PGMI IAILM Tasikmalaya, Hany Handayani, M.Pd. selaku dosen PGSD STKIP Purwakarta, dan Muh. Erwinto Imran, M.Pd. selaku dosen PGSD UNISMUH Makassar.

Setelah tim redaksi melakukan wawancara kepada salah satu narasumber tentang seberapa penting workshop dalam upaya peningkatan guru. “upaya meningkatkan keterampilan guru sangat penting terlebih lagi guru sekolah dasar.

Guru memiliki potensi untuk mempengaruhi banyak generasi siswa. Karenanya, mereka perlu memiliki tingkat keahlian yang tinggi untuk melakukan tanggung jawab mereka dengan baik, dengan meningkatkan keterampilan guru diharapkan juga dapat mencetak generasi yang lebih baik kedepannya”. Ujar Muh. Erwinto Imran salah satu narasumber utama dan pegiat multiliterasi.

Antusias dari peserta sangat luar biasa, setelah dikonfirmasi dari beberapa peserta banyak peserta yang hadir dari luar daerah Ciamis, dengan demikian diharapkan setelah selesai melaksanakan workshop dan kembali ke daerahnya masing-masing seluruh peserta yang didominasi oleh guru sekolah dasar dapat mengembangkan potensi yang dimilikinya.

Dengan demikian generasi peserta didik di indonesia dapat optimis dalam menghadapi tantangan revoluasi industri 4.0 dimana sangat banyak sekali tuntutan tuntutan yang harus dimiliki oleh peserta didik pada RI 4.0 ini, tiada lain tiada bukan terdapat tanggung jawab guru dalam meningkatkan keterampilan siswa tersebut.

Terlebih lagi denga society 5.0 yang pertama kali diperkenalkan oleh negara jepang dimana pada masa ini hampir seluruh peran manusia akan digantikan oleh AI (artificial intelligence) sehingga sangat sulit apabila manusia dimasa yang akan datang tidak memiliki keterampilan yang mempuni untung menghadapi masa tersebut.

Workshop yang telah dilaksanakan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru serta menjawab seluruh pertanyaan yang kurang dipahami oleh guru dari berbagai daerah, agar kedepan dapat siap menjadikan generasi penerus bangsa yang lebih baik.

Komentar

News Feed