oleh

Jurnalis Dan Dosen Dibekali Pelatihan Jurnalistik Berperspektif Perempuan dan Anak

Matarakyatmu.com,Makassar || Sekitar 25 wartawan online dari Kabupaten/Kota di Sulsel, dan 15 dosen dari UIT dan PTS di Makassar, mengikuti pelatihan jurnalistik Berperspektif Perempuan dan Anak, yang Diselenggarakan BaKTI bekerjasama dengan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Makassar, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Indonesia Timur (Fisip UIT), bersama Pusat Pendidikan dan Pelatihan Jurnalis Online Indonesia (Pusdiklat JOIN) Kawasan Timur Indonesia (KTI) di Kampus 5 UIT, Sabtu (7/9/19).

Pelatihan yang menjelaskan ilmu bagaimana membuat suatu pemberitaan terkait perspektif perempuan dan anak sesuai dengan aturan dan norma norma yang ada, sehingga tidak menimbulkan stigma negatif terhadap para korban dan pelaku yang secara langsung di komersialkan oleh media dan para jurnalis.

Hal itu diutarakan langsung oleh Rusdin Tompo, yang juga merupakan fasilitator dalam pelatihan tersebut, “Fenomena pemberitaan saat ini yang mendiskreditkan Perempuan dan Anak, membuat stigma negatif bermunculan di kalangan para pegiat medsos dan media jejaring online. Hal itu membuat kita lupa, bahwa masa depan mereka menjadi tanggung jawab sosial kita bersama,” jelas Rusdin.

Ditambahkannya, peran media sangat penting dalam mengubah paradigma masyarakat terkait pemberitaan yang menyangkut kasus terhadap Perempuan dan Anak, sehingga pola penulisan berita dan tagline judul menjadi hal yang utama dalam membuat suatu pemberitaan. Tutur Mantan Ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Sulsel (2011-2014) ini.

Pelatihan yang dibuka langsung oleh Rektor UIT, Dr. Andi Maryam, SST. SKM. M.Kes. Dan menghadirkan beberapa narasumber serta pemateri diantaranya Ketua AJI Makassar, Direktur Pusdiklat JOIN KTI, Zulkarnain Hamson, S.Sos.M.Si. yang juga Wakil Rektor IV UIT, Bidang Humas, Kerjasama dan Inovasi, fasilitator Lusia Palulungan,Ghufran H. Kordi K, Rusdin Tompo, Lina Arsyad.

Salah satu peserta pelatihan yang datang dari daerah, Moh. Arif Tella mengungkapkan, bahwa pelatihan ini sangat penting di ikuti oleh para teman teman jurnalis. Disamping mendapatkan ilmu, kita juga dapat memahami pentingnya menyikapi pemberitaan yang melibatkan kasus terhadap Perempuan dan Anak. Sehingga secara psikologis, kita bisa memahami dampak dari hasil pemberitaan tersebut. Ungkap Arif Tella, yang juga Ketua JOIN Kab. Luwu Timur.

Direktur Pusdiklat JOIN KTI, Zulkarnain Hamson, S.Sos.M.Si. yang juga Wakil Rektor IV UIT, Bidang Humas, Kerjasama dan Inovasi, hadir sebagai pemateri pada pelatihan tersebut menjelaskan, pentingnya menerapkan 4 Fakta dalam melakukan pemberitaan.

“Publik berhak atas informasi, namun hendaknya informasi yang dibagikan dalam bentuk berita memberikan pencerahan, pencerdasan dan tetap berpegang pada etika serta kaidah jurnalistik yang menjunjung tinggi nilai-nilai budaya, juga berperspektif perempuan dan anak.” Ungkap Calon Doktoral Ilmu Komunikasi UNHAS ini. (A.T)

Komentar

News Feed