oleh

Kecelakaan Tunggal Timpa Truk ODOL

Maros | Seolah kita tidak pernah jera dan menganggap kejadian laka akibat ODOL adalah hal biasa padahal motiv dan korban sudah banyak, mulai dari truck terguling karna susah nanjak, kontainer jatuh menimpa pengendara karena tidak ada twist lock, rem blong karena muatan melebihi daya angkut, dan masih banyak lagi lainnya.

Kejadian kecelakaan lalu lintas tunggal yang menimpa truck bak kayu DD 8561 DI pada hari kamis tanggal 19 september 2019 tepatnya km 52 desa pattunuang yang dikemudikan oleh Sopir bernama ASKAR dengan star awal perjalanan dari Makasar tujuan Kolaka Sulawesi Tenggara, mengalami patah as belakang dan terperosok dalam saluran air dan menabrak pembatas jalan eleveted.

“ini dipastikan melebihi tonase yg dipersyaratkan, Kejadianya diperkirakan dini hari pak ujar leonardo kepada awak media, tadi pagi kami dapat kiriman gambarnya dan kami pastikan kalau ini over load ujar leonardo yang sehari hari bertugas di Balai Jalan Makassar.”

Truck barang yang muatannya sebagian besar barang padat dan barang campuran lainnya dalam kemasan karung, dipastikan luput dari pengawasan jembatan timbang.

“Memang sejak difungsikan UPPKB MACCOPA banyak sopir yang bandel dan kucing- kucingan dengan petugas, biasanya mereka sengaja menghindari jembatan timbang dan mencari waktu waktu istirahat (menjelang magrib atau tengah malam) ujar Egy saat dikonfirmasi terkait kejadian laka tunggal tsb.”

Sementra itu menurut Askar sang sopir mengaku kalau dia lewat antara jam 12 dan jam 1 malam, dimana waktu ini saat petugas istirahat. “Memang jam 12an waktu istirahat dan kami mulai lagi operasi odol jam 01.30,sd jam 04.30 subuh, jadi memang kendaraan tsb sengaja meghindari Jembatan Timbang ujar Kasatpel UPPKB Maccopa Bapak Egy yg dikenal tegas dalam menjalankan tugasnya”

Kejadian ini tentu mejadi perhatian semua pihak termasuk pemilik kendaraan untuk patuh terhadap aturan, kalau sudah kejadian bukannya untung malah buntung, hanya mengejar keuntungan malah kerugian yang besar, belum lagi infrastruktur yang terdampak mengalami kerusakan.

“Saya sudah minta pak leonardo untuk melapor ke polisi, inventarisir barang milik negara (BMN), yang dirusak bagian bagian jalan, dan itu ada sanksi pidananya, pokoknya pemilik kendaraan harus bertanggung jawab dan segera memperbaiki ujar Munir sapaan akrab Kepala Balai Besar Jalan Nasional Makassar”.

Kedepan tentu diharapkan pengawasan harus diperketat lagi dan bukan hanya di jembatan timbang saja tapi di ruas jalan pada saat beroperaai termasuk di agent/ekspedisi pengangkutan barang. Memang dibutuhkan sinergitas lintas pemangku kepentingan, sebab kalau tidak mustahil bisa tercapai.

Terpisah Benny Nurdin mengatakan bahwa ” memang harus sinergi termasuk di pelabuhan penyeberangan, kalau terindikasi ODOL tidak boleh naik ke kapal atau tidak boleh keuar dari area pelabuhan,” ujar Benny.

Lanjut, Beny mengatakan saat dikonfiirmasi kejadian teraebut, mengatakan bahwa dirinya sudah menginstruksikan kepada Kasatapel saya baik di UPPKB Sabilambo maupun Kastpel Pelabuhan Penyeberangan Kolaka untuk lebih memperketat dan tidak ada toleransi.

Dalam waktu dekat kami akan raker tetkait keselamatan jalan, termasuk membahas kendaraan ODOL, dan mengundang kadishub se Sulsel, Sulbar, dan Sulteng untuk sama sama menyatukan langkah terhadap penanganan berbagai permasalahan keselamatan di jalan.

“Di Sultra kami sudah gagas rencana penerapan Zona Keselamatan Transpirtasi, jadi kedepan di setiap simpul akan terpasang tulisan “Selamat Datang di Bumi Anoa, Anda Memasuki Kawasan Zona Keselamatan Transportasi” konsekwensinya kendaraan yg tidak memenuhi persyatan teknis dari aspek aturan harus segera menyesuaikan atau tidak melanjutkan perjalanan alias tidak boleh keluar dari area pelabuhan, ujar Benny yang konsen menghadirkan program Zona Keselamatan Transportasi di Sultra. (Dewa)

Komentar

News Feed