oleh

Tabung Gas Elpiji 3 Kg Langka, Ternyata Ini Penyebabnya !

MATARAKYATMU || Menyikapi kelangkaan Gas Elpiji 3 Kg Di beberapa daerah. Jajaran Polres Lutim melaksanakan operasi di tiga titik akses jalur trans Sulawesi, Kabupaten Luwu Timur, Minggu (20/10/19).

Tiga titik akses jalur trans Sulawesi tersebut, diantaranya jalan poros trans Sulawesi di Desa Kasintuwu, Kec. Mangkutana. Jalan poros trans sulawesi di Desa Harapan, Kec. Malili. Dan dermaga Desa Nuha, Kec. Nuha, Kabupaten Luwu Timur.

Dari operasi yang dilakukan beberapa hari tersebut, jajaran Polres Lutim berhasil mengungkap modus operandi pengangkutan dan penjualan ilegal Gas Elpiji 3 Kg bersubsidi antar daerah.

6 Unit Kendaraan Yang Diamankan, Diduga Digunakan Untuk Memuat Tabung Gas 3 Kg Bersubsidi Ke Provinsi Sulawesi Tengah

Hal itu diungkapkan Kapolres Luwu Timur, AKBP. Leonardo Panji Wahyudi S.Ik, saat melakukan jumpa pers di halaman Mapolres Lutim, Rabu (23/10/19)

“Selama 2 hari penuh melakukan operasi di tiga titik akses jalur trans Sulawesi di Kab. Luwu Timur, aparat kepolisian berhasil mengungkap sindikat penjualan gas elpiji 3 kg bersubsidi yang melintas di Kab. Luwu Timur, dengan mengamankan 7 orang tersangka,” ungkap Leo.

Leo juga menambahkan, barang bukti yang diamankan terdiri dari 6 unit roda 4, tabung gas elpiji bersubsidi 3 Kg sebanyak 537 tabung, tuturnya

Dari 537 tabung gas subsidi tersebut, diantaranya berasal dari beberapa daerah di Sulawesi Selatan, yaitu Barru, Pangkep, Palopo, dan Kab. Luwu Timur.

Terlihat Kapolres Luwu Timur, AKBP. Leonardo Panji Wahyudi S.Ik, Didampingi Wakapolres, Kasat Reskrim, Kasubag Humas Polres Lutim Saat Menggelar Jumpa Pers Di Halaman Mapolres Lutim, Rabu (23/10/19).

Dijelaskan Leo, modus operandi yang dilakukan para pelaku yaitu membeli tabung subsidi dengan harga Rp. 18.000 – Rp. 23.000, dibeberapa Kabupaten dan Kota di Sulawesi Selatan, kemudian menjualnya ke daerah Pendolo, Morowali, Sulawesi Tengah, ujarnya.

“Para pelaku membeli dengan harga murah di beberapa daerah di Sulsel, kemudian menjual dengan harga Rp.35,000 – Rp.40,000 di daerah Provinsi Sulawesi Tengah,” jelas Perwira berpangkat 2 melati ini.

Dari hasil pengungkapan, para pelaku di ancam dengan UU No.22 tahun 2001 tentang minyak dan gas bumi, pasal 53 dan pasal 23 (pengangkutan tanpa ijin), serta pasal 6 UU darurat No.7 tahun 1955 tentang penyalahgunaan barang pengawasan pemerintah.

Jajaran kepolisian Polres Luwu Timur juga mengingatkan kepada masyarakat, apabila melihat tindakan ilegal terkait penjualan gas elpiji 3 kg bersubsidi, diharapkan untuk segera melaporkan ke pihak kepolisian terdekat di wilayah hukum Polres Luwu Timur. (A.T)

Komentar

News Feed