oleh

Bahas Berbagai Aspek di Konferensi Internasional Bahasa Prancis

Matarakyatmu | Konferensi Internasional Bahasa Prancis dibuka oleh Rektor Unhas, yang diwakili oleh Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi dan Kemitraan, Prof. dr. Muhammad Nasrum Massi, Ph.D. berlangsung di Hotel Aston. Sabtu, 02 November 2019.

Pada konferensi internasional ini, Prof. Nasrum mengharapkan adanya interaksi yang lebih intensif antara lembaga pendidikan bahasa Prancis yang ada di Indonesia dan Prancis. Nasrum juga berharap adanya peningkatan kegiatan pertukaran mahasiswa Indonesia dan Prancis.

Dikatakannya, Unhas akan menfasilitasi akomodasi mahasiswa Prancis yang belajar di Unhas. Sedangkan pihak Prancis, diharapkan bisa memfasilitasi akomodasi mahasiswa Unhas yang belajar di Prancis. Unhas berharap makin banyak mahasiswa Prancis yang belajar di Unhas, baik sebagai mahasiswa pertukaran, maupun sebagai mahasiswa penuh.

Ditempat yang sama pada acara pembukaan, Atase Kerjasama Bahasa Prancis, Dr. Philippe Grange, mengatakan bahwa Indonesia mulai berinfestasi di negara-negara lain, termasuk negara-negara berbahasa Prancis. Investasi pada negara berbahasa Prancis tentu memerlukan kemampuan berbahasa Prancis yang baik agar mampu berintegrasi dengan pelaku usaha di negara tujuan infestasi.

Pada konferensi ini dibahas berbagai aspek bahasa Prancis, antara lain metode pengembangan pembelajaran bahasa Prancis di sekolah menengah dan perguruan tinggi, metode pembelajaran interaktif, teknik penerjemahan, termasuk untuk film animasi dan puisi, strategi peningkatan dan optimalisasi pemahaman bahasa tulis, cara penggunaan bahasa Prancis pada produk kosmetik, strategi pembelajaran sejarah, inovasi pembelajaran pada peserta didik pemula, teknik penulisan bahasa Prancis pada peserta didik pemula, aplikasi metode riviu pada publikasi, dan lain-lain.

Tampil sebagai pembicara kunci adalah Dr. Philippe Grange, Atase Kerjasama Bahasa Prancis, Institut Prancis Indonesia, Prof. Dr. Ambo Tuwo, DEA, Konsul Kehormatan Prancis di Makassar, Dr. Muhammad Hasyim, Presiden Asosiasi Pengajar Bahasa Prancis Indonesia Cabang Sulawesi Selatan, dan Dr. Sombath Khruatong, Prince of Songkla University, Thailand. Selain itu, 56 pembicara dari Prancis dan Indonesia tampil mempresentasikan dan mempublikasikan hasil kajian dan penelitiannya.

Komentar

News Feed