oleh

Polemik Pendirian Rumah Ibadah, FKUB Gelar Sosialisasi SKB 2 Menteri

Matarakyatmu.com, Luwu Timur || Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Luwu Timur menggelar sosialisasi Peraturan Bersama Menteri (PBM) no. 8 & 9 tentang Kerukunan dan Keharmonisan Antar Umat Beragama, di Aula Kantor Kementerian Agama Luwu Timur, Jum’at (9/11/19) .

Dalam sosialisasi tersebut, beberapa tokoh masyarakat, tokoh Agama, ormas, dan perwakilan pemerintah Desa masing masing Kecamatan, turut hadir dalam acara yang digelar FKUB di aula kantor Kemenag Luwu Timur.

Ketua FKUB Luwu Timur, Drs. H. Ardias Barah MM, saat memberi sambutan mengatakan, pertemuan yang melibatkan antar tokoh agama ini, semoga dapat menghasilkan sebuah solusi dalam menghadapi problematika beragama di tengah-tengah masyarakat.

“Kerukunan umat beragama adalah hubungan yang dilandasi dengan toleransi, saling pengertian, saling menghormati, dan saling menghargai dalam kesetaraan. Umat beragama dan pemerintah harus melakukan upaya bersama dalam memelihara kerukunan umat beragama, di bidang pelayanan, pengaturan dan pemberdayaan masyarakat,” harapnya.

Sosialisasi ini juga kata H. Ardias Barah, untuk menjaga kebahagiaan hidup dan pemersatu antar umat beragama, dimana jika ada persoalan yang dilihat dari sudut pandang masing-masing, dengan pendapat sesuai apa yang dipikirkan, maka tidak akan mencapai kesepakatan bersama, malah yg terjadi justru saling ngotot dan mempertahankan pendapat masing-masing, tambahnya.

Disisi lain, M.Yunus, S.Ag mewakili
Kepala kemenag Luwu Timur memaparkan usaha pemeliharaan umat beragama berpedoman pada ketentuan perundang undangan yang berlaku utamanya Peraturan Bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri Nomor 9 Tahun 2006/ Nomor 8 Tahun 2006.

“Ada tiga tujuan dalam pelaksanaan kegitan ini. Yang pertama adalah sosialisasi Peraturan Bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri Nomor 9 Tahun 2006/ Nomor 8 Tahun 2006. Yang kedua memberikan pemahaman tetang Peraturan Bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri Nomor 9 Tahun 2006/ Nomor 8 Tahun 2006. Yang ketiga menjaga keharmonisan warga setempat,” Ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Ketua FPI Luwu Timur, Abdul Rauf La dewang menuturkan bahwa Kerukunan dan keharmonisan merupakan tujuan bersama.

“Forum kerukunan antar umat beragama menjadi sesuatu yang penting dalam mengekspresikan keyakinan tanpa menggangu keyakinan orang lain,” tutur Rauf.

Lanjut Abdul Rauf, terkait pembangunan gereja di Desa Puncak Indah, Malili, ini juga dapat memicu polemik, olehnya itu selama tidak memenuhi unsur regulasi yg ada (SKB 2 Menteri) maka pembangunan gereja tidak dapat dilanjutkan sebelum memenuhi prasyarat yang telah ditentukan oleh undang undang, terangnya. (A.T)

Komentar

News Feed