oleh

Pejabat Pemkab Lutim Diduga Terindentifikasi Sebagai Pengguna Narkoba, Apa Tindakan BNK ?

LUWU TIMUR — Puluhan pejabat di jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Luwu Timur diduga teridentifikasi sebagai pengguna narkoba.

Hal itu diungkap Kasat ResNarkoba, IPTU Hery MZ saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, SatResnarkoba Polres Luwu Timur, Kamis (23/01/2020) Siang.

IPTU Hery mengungkapkan, dari beberapa pejabat daerah di Pemkab Lutim, terdapat juga nama beberapa legislator yang duduk sebagai wakil rakyat di DPRD Lutim saat ini.

“Dugaan sebagai pengguna narkoba itu masih sementara kami dalami, beberapa nama yang teridentifikasi di ruang lingkup Pemkab Lutim telah kami pegang. Sementara itu, kami masih melakukan investigasi terkait jaringan narkoba yang memasok ke beberapa pejabat di Luwu Timur ini,” ungkap Hery.

Ditanya terkait beberapa nama Anggota DPRD Lutim yang diduga juga terlibat narkoba, Eks Kasat Reskrim Polres Luwu Utara ini membenarkan hal tersebut.

“Dari beberapa pengungkapan kasus Lahgun Narkoba yang telah kami lakukan, beberapa nama anggota DPRD Lutim juga ikut terseret. Diduga mereka itu sebagai pengguna aktif, tapi kita tunggu hasil penyelidikan lebih lanjut nantinya,” ujar perwira berpangkat 2 balok di pundaknya ini.

Disisi lain, kinerja Badan Narkotika Kabupaten beberapa tahun terakhir dianggap belum mampu meminimalisir penyalahgunaan narkoba di Bumi Batara Guru.

Beberapa tindakan preventif telah dilakukan oleh lembaga anti narkoba Kabupaten saat ini, mulai dari sosialisasi ke masyarakat, sampai pembentukan tim BNK di tiap Desa, belum juga mampu menurunkan tingkat lahgun narkoba di Kabupaten Luwu Timur.

Menyikapi dugaan tersebut, salah satu pegiat sosial dan aktivis lingkungan, Abd. Rauf Dewang ikut angkat bicara, peredaran narkoba di Luwu Timur seharusnya bisa di minimalisir, khususnya dengan keberadaan BNK yang secara kelembagaan menjadi corong dalam hal pemberantasan narkoba di kalangan masyarakat.

“Beberapa Kegiatan BNK Lutim diantaranya program Desaku Bersinar (Bersih Narkoba), setidaknya bisa meredam penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba di Desa Desa,” kata Rauf Dewang.

Bahkan menurut Rauf, BNK Luwu Timur justru kecolongan dengan kegiatan ‚ÄĚDesaku Bersinar”, yang hanya menyasar masyarakat kecil, justru di kalangan pejabat daerah bahkan elit politik yang malah asik mengkomsumsi barang haram tersebut, ujar Rauf yang juga Sekjen FUIB Luwu Raya ini.

Sementara itu, Ketua BNK Luwu Timur, Ir. Irwan Bachri Syam saat dimintai tanggapannya terkait hal tersebut mengatakan bahwa BNK Luwu Timur hingga saat ini telah berupaya semaksimal mungkin untuk menekan laju peredaran barang haram tersebut.

“Tindakan preventif melalui Giat sosialisasi ke sekolah dan desa di Kabupaten Luwu Timur tetap terus dilakukan oleh BNK. Mulai dari pencegahan dini terhadap siswa(i) di sekolah, hingga masyarakat di setiap desa. Akan tetapi, hal itu masih belum bisa secara maksimal menekan laju peredaran di kalangan masyarakat,” ujar Irwan.

Ditanya terkait dugaan beberapa pejabat di ruang lingkup Pemda Lutim yang teridentifikasi sebagai pengguna narkoba, Irwan Bachri Syam, yang juga orang nomor dua di Luwu Timur ini menjawab akan tetap berkoordinasi dengan aparat penegak hukum, termasuk langkah langkah apa saja yang nantinya kemudian akan dilakukan bersama BNK.

“Nanti kami akan berkoordinasi lebih lanjut dengan aparat penegak hukum, seperti apa dan bagaimana tindakan yang dilakukan apabila terdapat pejabat yang teridentifikasi sebagai pengguna narkoba,” jelas Irwan.

Irwan juga menambahkan, bahwa salah satu kendala utama di BNK adalah keterbatasan anggaran yang di kelola oleh BNK Luwu Timur beberapa tahun terakhir. Tetapi, kata Irwan, BNK akan berusaha semaksimal mungkin dan tetap berupaya menekan peredaran narkoba di Bumi Batara Guru, singkatnya. (A.T)

Komentar

News Feed