oleh

Ore Tumpah Ke Laut, Pihak DLH Lutim Lakukan Inspeksi Mendadak Di Pelabuhan Lampia

Matarakyatmu.com, Luwu Timur || Setelah beredarnya Video berdurasi 74 detik di Media Sosial, terkait Limpahan Ore (Nickel) yang diketahui milik kapal Ponton Taurus 11 saat bersandar di Pelabuhan PT. Citra Lampia Mandiri, pihak Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Luwu Timur angkat bicara, Sabtu (22/02/2020) Siang.

Nasir DJ, Kabid DLH Kabupaten Luwu Timur saat dimintai keterangan terkait tumpahan ore tersebut menjelaskan bahwa Tim DLH pagi tadi (22/02) bersama SyahBandar Malili dan manajemen PT. CLM langsung berkunjung ke pelabuhan jetty PT. CLM, di Desa Harapan, Kecamatan Malili.

Setelah dilakukan inspeksi pagi tadi kata Nasir, kejadian tersebut bukan merupakan human error, tetapi karena kelalaian pemilik ponton Taurus 11 yang tidak melakukan check fisik secara keseluruhan dengan cermat terhadap kelayakan dan kondisi ponton, tutur Nasir.

Menurut Nasir, kejadian ini sudah yang kedua kalinya terjadi dengan pemilik ponton yang sama yaitu Taurus 11, sebelumnya di awal januari ponton tersebut bocor, dan kemarin dinding ponton jebol akibat over kapasitas.

“Pontong yg digunakan sudah tua karena termakan oleh usia, sehingga perlu ditinjau ulang kelayakannya oleh isntansi terkait (Syah Bandar Malili) sebelum dan sesudah memuat,” ujar Nasir.

Terkait dampak lingkungan, Nasir juga mengungkapkan bahwa perairan laut sekitar jetty masih mampu merecovery zat pencemar ore nikel yang masuk ke laut, atau kata lain masih mampu menetralisir buangan ore nikel tersebut dalam jangka waktu 60 menit kejadian, kondisi perairan laut lampia normal kembali, Ungkapnya.

Untuk langkah lebih lanjut, pihak DLH Lutim akan memanggil pihak PT. CLM dan pemilik kapal tongkang Taurus 11, untuk menjelaskan kronologis kejadian serta langkah apa yang telah dilakukan oleh pihak perusahaan setelah kejadian tersebut, tutup Nasir.

Menanggapi kejadian tersebut, Kades Harapan, Mustakim turut merasa kecewa akibat jebolnya dinding ponton yang mengakibatkan sekitar 7 Ton ore tumpah ke laut.

“Ini sungguh sangat merugikan masyarakat, khususnya para nelayan. Karena kejadian tersebut sudah beberapa kali dan membuat alat tangkap nelayan menjadi merah,” singkat Mustakim saat di konfirmasi via pesan singkat. (A.T)

Komentar

News Feed