oleh

Instruksikan refocusing APBD penanganan Covid-19

 

Sulsel — Rapat melalui video conference. Dipimpin langsung oleh Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah dan Andi Sudirman Sulaiman. Bersama para pimpinan OPD Lingkup Pemprov Sulsel.

Rapat yang digelar jajaran Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan tersebut membahas terkait penanganan wabah virus corona (Covid-19).

Pasangan berjargon Prof Andalan ini pun masing-masing melakukan bekerja dari rumah atau work from home (WFH). Nurdin Abdullah bekerja di kediaman pribadinya di Perumahan Dosen Unhas. Sementara Andi Sudirman di Rujab Wagub Sulsel.

Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah menginstruksikan agar, APBD 2020 difokuskan untuk penanganan Covid-19 dari belanja non prioritas.

“Untuk tunjangan tim medis, penyediaan APD dan peningkatan fasilitas medis di setiap RS serta pengamanan sosial. Serta meminta Kadis Perdagangan agar koordinasi dengan Kadivre Bulog untuk memastikan stok pangan aman,” bebernya.

Wagub Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman menambahkan, “(dalam vicon) membahas tentang upaya refocusing (memfokuskan kembali) anggaran ke penanganan Covid-19 terutama program non prioritas. Memastikan sosial safety net (Jaring Pengaman Sosial) dan perencanaannya” jelasnya.

Dirinya pun menegaskan, Pemprov Sulsel tidak memberlakukan lockdown (karantina kewilayahan). Karena itu merupakan kewenangan Pemerintah Pusat.

“Bukan lockdown, tapi (memberlakukan) isolasi-isolasi tingkatan kelurahan (Desa) atau perumahan yang diindikasi terdampak untuk memastikan tidak ada penyebaran lebih luas,” terangnya.

Pemprov Sulsel, kata dia, meminta kepada Gugus Tugas Covid-19 untuk membentuk posko pintu masuk baik pelabuhan, bandara dan perbatasan. Dengan melibatkan multi unsur, mulai dari TNI, Polri, BPBD Dinkes dan lainnya.

“Untuk memastikan warga baru datang terdata dengan baik, arahkan karantina mandiri” ujarnya.- IR/@ly –

Komentar

News Feed