oleh

Miris, Sudah 15 Hari Warga Tamalanrea Tidak Makan

-Metro-3.160 views

Makassar — Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Tahap Pertama telah berlalu, sementara Warga RT I, RW 013, Kelurahan Buntusu, Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar, mengaku sudah 15 hari tidak makan.

 

Hal tersebut terungkap dalam diskusi pada group Whatsapp Rukun Warga (RW) 013 yang disampaikan oleh Ketua RT I, Nasir Pane beberapa waktu yang lalu.

 

Dalam tulisannya, Nasir menyampaikan sudah 15 hari warga yang ada di lingkungannya tidak makan. Nasir juga berharap perhatian pemerintah setempat agar menyempatkan waktu untuk berkunjung ke RT I sehingga bisa mengetahui dan merasakan kesusahan warga.

 

Ketika dikonfirmasi Matarakyatmu, Ketua RT I tersebut mengungkapkan, “jangankan warga, saya sekeluarga pun hanya makan seadanya. Ituji ku makan nasi kalau sahur, jika Maghrib hanya makan pisang goreng, es buah dan minum teh,” Katanya.

 

Dijelaskannya, sebanyak 15 kepala keluarga yang telah didatanya juga belum mendapat dan mempertanyakan bantuan dari pemerintah yang heboh digembar gemborkan.

 

Hal tersebut tidak ditampik oleh Ketua Rukun Warga (RW) 013, Akmal Nursain kerika dihubungi via telpon pribadinya, Minggu 10/05/2020.

 

Menurutnya hal tersebut sungguh disayangkan. Dirinyapun segera melakukan antisipasi untuk mengatasi hal tersebut dengan bergotong royong bersama warga tergolong mampu yang berada di wilayahnya.

 

“Kami sudah membahas terkait adanya warga yang tidak makan sejak beberapa hari lalu. Inshaa Allah jika telah terkumpul akan kami salurkan langsung kepada warga kami yang membutuhkan,” Jelasnya.

 

Ketika dikonfirmasi terkait pendataan warga untuk bantuan pemerintah, ketua RW 013 tersebut juga belum mengetahui kapan bantuan tersebut akan dibagikan.

 

“Pernah ada bantuan dari kelurahan untuk 4 kepala keluarga sebelum adanya pendataan. Saya juga belum memperoleh informasi dari pak lurah terkait kapan bantuan pemerintah tersebut akan disalurkan. Saya sudah melaporkan sebanyak 95 kepala keluarga yang sudah didata kepada pihak kelurahan, itupun masih ada beberapa warga yang datang membawa kartu keluarganya setelah diserahkan ke pihak kelurahan sehingga diarahkan untuk langsung kekelurahan menyetorkan,” Ulasnya.- @ly –

Komentar

News Feed