oleh

Wagub Sulsel Keynote Speaker pada Pengajian Ramadan

 

Sulsel | Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman menjadi Keynote Speaker (Pembicara Utama) pada Pengajian Ramadhan yang dilaksanakan oleh Pimpinan Wilayah (PW) Pemuda Muhammadiyah (PM) Sulsel, Rabu (20/5/2020) malam.

Pengajian Ramadan hari ke 27 bulan Ramadhan atau malam ke 28 ini, diikuti sekitar 90 partisipan di Zoom, dengan mengusung tema “Meraih Kemuliaan 10 Terakhir Ramadan di Tengah Pandemi Covid-19”.

Pengajian disiarkan secara langsung melalui aplikasi Zoom serta Facebook fanspage Pemuda Muhammadiyah Sulawesi Selatan, dengan pengantar oleh Elly Oschar selaku Ketua PW PM Sulsel, serta menghadirkan narasumber, Dzulfikar Ahmad Tawalla selaku Sekjen Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah. Pengajian Ramadan via online ini juga dipandu oleh Wakil Ketua PW PM Sulsel, Muhammad Yusran.

Pada kesempatan itu, Andi Sudirman pun mengajak agar melaksanakan salat di rumah saja. Karena kondisi saat ini adanya wabah virus corona.

“Setelah bincang-bincang dengan ustaz, bahwa sebenarnya kita ada kemudahan dalam Islam. Bisa salat di rumah, Insya Allah pahalanya sama (salat di masjid) karena ada Udzur (halangan),” terang ketua Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Sulsel ini.

Pertimbangan lain adanya imbauan tidak salat di masjid, karena ada alternatif kemudahannya dalam Islam.

Sama halnya jika tidak bisa salat berdiri, kata dia “bisa dengan duduk atau berbaring. Islam sangat memudahkan, jadi jangan dipersulit,” katanya.

Hal sama pun dianjurkan pada salat Idulfitri yang tinggal beberapa hari lagi. Agar masyarakat mengikuti instruksi Pemerintah Pusat di mana salat Idulfitri dilakukan di rumah saja.

Pria kelahiran Bone ini pun berpesan agar banyaknya ilmu harus dibarengi dengan memperbanyak ibadah.

Dzulfikar Ahmad Tawalla selaku Sekjen Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah menyampaikan, bahwa Rasulullah bersungguh-sungguh saat beribadah. Terlebih pada 10 hari terakhir bulan Ramadan.

“Keistimewaan itu adanya lailatul qadar,” katanya.

Ramadan kali ini, kata dia, berbeda dengan tahun sebelum-sebelumnya. Mengingat saat ini Indonesia tengah menghadapi wabah virus corona.(IR/@ly)

Komentar

News Feed