oleh

Data Sementara 174 KK atau 769 Jiwa Terdampak Banjir di Bulukumba

MATARAKYATMU.- Belum berakhir masa pandemi virus corona, Senin malam kemarin banjir melanda sebagian wilayah kota Bulukumba, dan merendam ratusan rumah warga di beberapa titik, bahkan terparah terlihat di Jalan Jambu, ketinggian air mencapai dada orang dewasa, seperti dilaporkan Camat Ujungbulu Andi Ashadi yang turun langsung membantu mengevakuasi warga bersama petugas dari BPBD, Tagana, TNI Polri serta Satpol PP.

Kadis Kominfo H.Muh.Daud Kahal kepada media ini, Selasa (26/5) menyampaikan, sesuai informasi dari Kepala BPBD Bulukumba Ir.Andi Akrim Amier, pendataan sementara jumlah warga terdampak banjir pada hari Senin, 25 Mei 2020 yaitu di kompleks perumahan BTN Mayapada di Jambu Jambu sebanyak 22 KK atai 94 Jiwa, kemudian masih di Jalan Jambu 27 KK atau 138 Jiwa.

Kemudian di Jalan D.I Panjaitan 11 KK atau 41 Jiwa,  di Jalan M. Suprapto 32 KK atau 147 Jiwa, di Jalan Nangka
37 KK atau 148 Jiwa, di Jalan Kenari 1 KK atau 3 Jiwa, Jalan Durian 24 KK atau 101 Jiwa, di perumahan BTN 2 sebanyak 20 KK atau 97 Jiwa.

” Jumlah sementara terdampak banjir sebanyak 174 KK dengan jumlah jiwa sebanyak 769 jiwa,” jelas Daud Kahal.

Dijelaskan, mulai hari ini Pemerintah Kabupaten Bulukumba sementara mendirikan dapur umum di area kantor Bappeda dan akan dibagikan kepada 150 warga yang terdampak dan kesulitan untuk mendapatkan makanan

Daud menambahkan, sejak tadi malam, Pemkab Bulukumba melakukan penambahan tenaga medis dari tim PSC dan 1 orang warga yang baru melahirkan dievakuasi ke RSUD
HA.Sulthan Dg Radja. Dan 50 orang diungsikan di aula kantor Bappeda dan dipantau langsung oleh Wakil Bupati Tomy Satria.

Meski demikian kata Daud, semua warga yang diungsikan ke aula kantor Bappeda, sejak Subuh tadi, semuanya sudah pulang ke rumahnya masing masing guna membersihkan bekas sisa banjir semalam. ” Yang standby di kantor Bappeda sisa petugas dari Tagana menyiapkan makanan untuk korban banjir,” jelas Daud.

Hingga saat ini, kata Daud
sementara dalam proses tanggap darurat bencana dan pemerintah daerah masih mendata dampak kerugian akibat bencana banjir ini.( Suaedy )

Komentar

News Feed