oleh

Kasat Reskrim, Soal Dugaan Korupsi BOK, Kita Mau Tahu Uang Itu Mengalir Kemana

MATARAKYATMU.– Kasus dugaan korupsi dana Bantuan Operasional Kesehatan ( BOK ) tahun anggaran 2019, pada Dinas Kesehatan Kabupaten Bulukumba terus didalami penyidik Tipikor Polres Bulukumba.

Bahkan penyidik kembali menemukan tambahan jumlah korupsi anggaran Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) 2019 yang angkanya mencapai kurang lebih Rp1,8 miliar, dari total dana BOK tahun 2019 sebesar Rp.17 miliar. Dari jumlah tersebut Rp.15 miliar dibagi kepada 20 Puskesmas yang ada di Bulukumba.

Kapolres Bulukumba melalui Kasat Reskrim Polres Bulukumba menyebutkan, pada tahap awal penyidikaj jumlah temuan kerugian negara mencapai sebesar Rp4,7 miliar, dan setelah proses berlanjut naik menjadi Rp6,4 miliar.

Hanya saja, katanya, temuan tersebut belum final atau masih bersifat sementara, sambil menunggu hasil audit resmi dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI.

“ Untuk sementara kita temukan ada tambahan jumlah kerugian negara. Kalau sebelumnya hanya Rp4,6 miliar, sekarang naik menjadi Rp6,4 miliar,” sebut Kasat Reskrim Polres Bulukumba, AKP Bery Juana Putra kepada awak media ini melalui WhatsApp nya.

Dijelaskan, sesuai balasan surat dari BPK RI, saat ini telah membentuk tim investigasi, dan dalam waktu dekat tim akan turun langsung melakukan audit BOK. ” Yang jelas sudah ada surat balasan dari BPK RI dan pihak BPK sementara membentuk tim ,” jelas AKP.Berry.

AKP.Berry juga menyebut, hingga saat ini penyidik telah memeriksa sedikitnya 68 orang saksi pada kasus BOK Dinas Kesehatan Bulukumba, termasuk diantaranya Pelaksana tugas (Plt) kepala Dinas Kesehatan 2019 lalu.

Demikian juga terhadap Pemimpin Bank Sulselbar, karena kata Kasat Reskrim, pihaknya mau mencari tahu berapa jumlah uang yang masuk dan mengalir kemana dana tersebut.

Jadi sambung Kasat Reskrim, meskipun dugaan dana BOK yang diselewengkan mencapai Rp.6,4 miliar, tetapi AKP.Berry menyampaikan pihaknya tetap menunggu hasil audit dari BPR RI sekaligus menentukan berapa jumlah kerugian negara pada kasus dana BOK 2019.

” Kita tunggu hasil audit BPK RI,” kunci Kasat Reskrim AKP.Berry Juana Putra.(*)

Komentar

News Feed