oleh

Desak PT. PLN (Persero), BAIN HAM RI bersama Aktivis Penggiat Lingkungan akan Gelar Unjuk Rasa

 

 

Matarakyatmu | Berdasarkan Undang-Undang 32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Sebagai lembaga Advokasi Investigasi dan Hak Asasi Manusia, akan membangun jaringan dengan aktivis penggiat lingkungan dan organisasi yang bergerak pada lingkungan untuk melakukan aksi unjuk rasa, apabila PT.PLN (Persero) Punagaya, Jeneponto tidak bertanggung jawab, dalam waktu dekat ini.

Hal tersebut disampaikan Ketua Bidang Hubungan Antar Lembaga DPP BAIN HAM RI , Peri Herianto,SH., kepada Matarakyatmu. Rabu, 22/07/2020.

Dikatakannya, mendesak PT.PLN ( Persero ) Unit Pelaksana Pembangkit Punagaya yang berada di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan untuk bertanggung jawab atas pencemaran lingkungan yang mengakibatkan warga mengalami kerugian.

Lanjut dikatakan,”pencemaran lingkungan sesuai laporan analisis yang dikeluarkan oleh PT.Sucofindo 18 maret 2019 sehingga cukup kuat adanya pencemaran dengan beberapa bukti yang kami terima dari warga di Kantor Pusat BAIN HAM RI.,”ungkap Peri Herianto,SH.

Berdasarkan penjelasannya, PLN (Persero) Unit Pelaksana Pembangkit Punagaya yang berada di Desa Punagaya, Kecamatan Bangkala, Kabupaten Jeneponto, Provinsi Sulawesi Selatan diduga sebagai penyebab terjadinya pencemaran lingkungan yang mengakibatkan sumur usaha warga tercemar dan air dari sumur tersebut tidak dapat lagi di gunakan.

“Pencemaran lingkungan yang mengakibatkan warga atas nama Kawali dirugikan, Pasalnya, air sumur usaha yang selama ini di gunakan, terhenti sejak 2017 sampai 2020. Sehingga mendapat reaksi dari Dewan Pimpinan Pusat ( DPP ) Badan Advokasi Investigasi Hak Asasi Manusia Republik Indonesia ( BAIN HAM RI ) tutup Peri Herianto,SH. -@ly-

Komentar

News Feed