oleh

Keluarkan Siswa, BAIN HAM RI Desak Kadis Pendidikan Jeneponto Copot Kepsek

 

Jeneponto | Siswa Kelas 4 Sekolah Dasar No.12 Ramba, Kecamatan Rumbia, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan , Muh Syahirul Alim Nur dikeluarkan oleh Kepala Sekolahnya bernama Haniah tanpa alasan yang jelas sejak 14 Juli 2020.

Saat dihubungi berulangkali oleh media ini, Haniah Kepala Sekolah Dasar No. 12, hanya dijawab oleh Yuliani yang mengaku anak dari Haniah dengan alasan ibunya lagi ke acara pengantin.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan Jeneponto, Drs. Nur Alam, M.Si., melalui telepon selularnya tidak diangkat, sementara pesan yang terkirim juga belum dibalas hingga berita ini dimuat.

Akibat dikeluarkannya Muh. Syahrul Alim Nur dari sekolah tersebut, kepala sekolah, Haniah mendapat kecaman keras dari Dewan Pimpinan Pusat ( DPP) Badan Advokasi Investigasi Hak Asasi Manusia Republik Indonesia ( BAIN HAM RI ).

Kepada media ini, Ketua Bidang OKK DPP BAIN HAM RI, Djaya Jumain, SKM., SH. Saat dikonfirmasi, Minggu, 16/08/2020. Menegaskan bahwa perbuatan Haniah mengeluarkan siswanya tanpa alasan adalah pelanggaran berat karena sudah jelas sekolah dilarang berhentikan siswa berdasarkan program wajib belajar 12 tahun dimana pihak sekolah dilarang mengeluarkan siswanya.

Lebih jauh Djaya menjelaskan, Haniah, Kepala Sekolah Dasar No.12 Ramba, Kecamatan Rumbia, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, dinilai telah melanggar Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2004 Tentang Perlindungan Anak serta pelanggaran terhadap pasal 31 Undang Undang Dasar 1945 yang menjamin hak anak anak Indonesia mengakses pendidikan.

Menurutnya, Haniah seharusnya mempertimbangkan mengeluarkan siswanya karena pendidikan adalah hak anak anak bahkan siswapun yang bermasalah hukum pun tetap memperoleh hak pendidikan yang layak.

Djaya Jumain mendesak Kadis Pendidikan Kabupaten Jeneponto mencopot Haniah dari jabatannya sebagai Kepala Sekolah karena perbuatannya yang membuat siswanya tidak dapat mengakses pendidikan.(@ly)

Komentar

News Feed